Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi/Antara-Jessica Helena Wuysang
Harianjogja.com, JOGJA--Epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad, menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan efektif bisa menurunkan angka penularan Covid-19 bila bisa mengurangi mobilitas warga hingga 70%.
Riris mengatakan kunci utama agar penghentian laju penularan virus Corona adalah seberapa besar penduduk bisa mengurangi mobilitas mereka. Menurut dia, virus menular karena mobilitas warga. Jika sekitar 70% orang berhenti bergerak, virus keculitan mencari orang yang tak punya imnunitas.
“Seharusnya mobilitas ditekan sampai penularan di rumah tangga selesai, semakin lama semakin baik, benar-benar memastikan penularan berhenti di rumah. Cuma akan masalah dalam kehidupan sosial ekonomi,” kata Riris, dalam jumpa pers secara virtual, Sabtu (10/7/2031).
Agar pembatasan mobilitas masyarakat tidak sampai mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi, kata dia, pembatasan yang bisa digunakan minimal masa dua kali infeksius, “Peride penualaran kan 10 hari, kalau 20 hari atau tiga minggu akan secara signifikan menekan penularan karena penularan remah tangga selesai,” ucap dia.
Menurut Riris, restriksi atau pembatasan ketat dalam mengurangi mobilitas paling penting di tiga wilayah, yakni Sleman, Jogja, dan Bantul, karena tiga wilayah itu saling berdekatan. Sementara Gunungkidul dan Kulonprogo sudah terpisah secara geografis.
Riris juga mengingatkan pemerintah agar jangan sampai pengurangan mobilitas ini memindahkan kerumunan dari satu tempat misalnya dari tempat wisata, tempat kerja dan tempat rekreasi lainnya ke kerumunan yang lain yang tidak terpantau. Menurut dia, penyekatan atau arus lalu lintas dan pembatasan tempat wisata, tempat rekareasi dan tempat kerja menjadi tidak bermakna jika tidak bisa menekan orang untuk tinggal di rumah.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan PPKM Darurat bertujuan mengurangi mobilitas dan mengurangnya orang berkerumun.
Di DIY, PPKM Darurat ini baru bisa menekan angka mobilitas warga sekitar 15-16% atau masih di bawah 20%. Padahal Gubernur DIY mintanya mobilitas warga bisa berkurang 30-50% untuk menurunkan angka penularan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Carlos Pena mewaspadai PSIM Jogja pada laga perdana Super League 2026/2027. Persita membawa ambisi setelah membenahi kelemahan musim lalu.
Marc Marquez mengaku sempat melakukan kesalahan besar sebelum akhirnya menjuarai MotoGP Aragon 2026. Simak pengakuan lengkap pebalap Ducati tersebut.
Sinopsis film Siti si Vampir yang dibintangi Satine Zaneta dan Ciccio Manassero. Film horor komedi ini tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Mengedepankan semangat kolaborasi dan kreativitas, CRSL Meet Fren resmi menggandeng Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM dalam sebuah kolaborasi
Harga BBM Pertamina hari ini 31 Agustus 2026 masih mengacu tarif Agustus. Simak daftar harga Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex menjelang penyesu