Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Ilustrasi/Antara-Jessica Helena Wuysang
Harianjogja.com, JOGJA--Epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad, menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan efektif bisa menurunkan angka penularan Covid-19 bila bisa mengurangi mobilitas warga hingga 70%.
Riris mengatakan kunci utama agar penghentian laju penularan virus Corona adalah seberapa besar penduduk bisa mengurangi mobilitas mereka. Menurut dia, virus menular karena mobilitas warga. Jika sekitar 70% orang berhenti bergerak, virus keculitan mencari orang yang tak punya imnunitas.
“Seharusnya mobilitas ditekan sampai penularan di rumah tangga selesai, semakin lama semakin baik, benar-benar memastikan penularan berhenti di rumah. Cuma akan masalah dalam kehidupan sosial ekonomi,” kata Riris, dalam jumpa pers secara virtual, Sabtu (10/7/2031).
Agar pembatasan mobilitas masyarakat tidak sampai mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi, kata dia, pembatasan yang bisa digunakan minimal masa dua kali infeksius, “Peride penualaran kan 10 hari, kalau 20 hari atau tiga minggu akan secara signifikan menekan penularan karena penularan remah tangga selesai,” ucap dia.
Menurut Riris, restriksi atau pembatasan ketat dalam mengurangi mobilitas paling penting di tiga wilayah, yakni Sleman, Jogja, dan Bantul, karena tiga wilayah itu saling berdekatan. Sementara Gunungkidul dan Kulonprogo sudah terpisah secara geografis.
Riris juga mengingatkan pemerintah agar jangan sampai pengurangan mobilitas ini memindahkan kerumunan dari satu tempat misalnya dari tempat wisata, tempat kerja dan tempat rekreasi lainnya ke kerumunan yang lain yang tidak terpantau. Menurut dia, penyekatan atau arus lalu lintas dan pembatasan tempat wisata, tempat rekareasi dan tempat kerja menjadi tidak bermakna jika tidak bisa menekan orang untuk tinggal di rumah.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan PPKM Darurat bertujuan mengurangi mobilitas dan mengurangnya orang berkerumun.
Di DIY, PPKM Darurat ini baru bisa menekan angka mobilitas warga sekitar 15-16% atau masih di bawah 20%. Padahal Gubernur DIY mintanya mobilitas warga bisa berkurang 30-50% untuk menurunkan angka penularan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Melon membusuk ditemukan di pesisir Banaran, Kulonprogo. Petani menyebut serangan lalat buah, sedangkan Dispertapang menjelaskan proses seleksi buah.
Panglima TNI Agus Subiyanto membantah kabar Seskab Teddy diperiksa Pom TNI terkait dugaan penyadapan terhadap presiden.
BBPJN Jateng-DIY mengevaluasi Kelok 23 dan menutup sementara jalur Kretek-Girijati hingga seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
JPSM Sehati Sleman siap mendorong pembentukan KPSM di seluruh padukuhan untuk memperluas pemilahan dan pengelolaan sampah mandiri.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.