6 Negara Lolos Piala Dunia U-17 2026, Indonesia Tersingkir
Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, Tajikistan, Australia, dan Uzbekistan lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Indonesia tersingkir di fase grup.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL - Realisasi vaksinasi terhadap remaja di Bantul masih rendah. Hal ini mengacu kepada data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Kamis (22/7/2021).
Dari 72.145 sasaran remaja yang disasar untuk mendapatkan vaksin dosis pertama, baru 266 remaja (0,31%) yang telah divaksin. Sementara untuk vaksin dosis kedua, dari 72.145 sasaran remaja yang disasar belum ada yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua.
Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan tidak ada kendala dalam vaksinasi untuk remaja. Rendahnya realisasi vaksinasi untuk remaja, dinilainya terjadi lantaran program ini baru saja dijalankan.
“Karena memang baru mulai. Yang perlu dipahami adalah meski kami telah membuka vaksinasi untuk semua kategori, tetap prioritas sesuai kerentanan,” kata Abed, Jumat (23/7/2021).
BACA JUGA: Luhut Sebut Efektivitas PPKM Tergantung Penyaluran Bansos
Lebih lanjut Abed mengatakan hingga Kamis (22/7/2021) total sasaran vaksinasi di Bantul ada 752.225 sasaran. Dari jumlah tersebut, baru 24,69 % atau 185.717 yang telah divaksin dosis pertama. Sedangkan realisasi untuk dosis kedua, baru 10.06% atau 75.654 sasaran yang telah divaksin dari total 752.225 sasaran.
Abed merinci, untuk nakes ada 8.297 sasaran dan baru 93,42% atau 7.751 nakes menerima dosis pertama. Dosis kedua dari 8.297 sasaran baru 89,68% atau 7.441 nakes terealisasi. Sementara, sasaran pelayan publik dengan target sasaran 62.403 telah tervaksin dosis pertama sebanyak 68.470 (109.72%) dan untuk dosis kedua mencapai 37.120 (59.48%).
Untuk sasaran lansia dengan target 122.672, dosis pertama baru tervaksin 55.003 (44,84%), sedangkan dosis kedua 29.656 (24.18%).Untuk sasaran masyarakat rentan dari target sasaran 123.099, tervaksin dosis pertama 17.618 atau (14,31%) dan dosis kedua sebanyak 475 (0,39%). Sedangkan sasaran masyarakat umum dengan target 435.754, dosis pertama telah terealisasi 36.649 (8,41%) dan dosis kedua ada 962 (0,22%).
Sementara hingga Kamis (22/7/2021), jumlah vaksin yang tersedia di Dinkes Bantul masih ada 21.430 dosis vaksin Sinovac.
Menurut Abed, sejumlah usaha terus dilakukan oleh Dinkes untuk mempercepat realisasi vaksinasi. Selain melakukan jemput bola, pihaknya juga akan memaksimalkan keberadaan sentra vaksin.
“Rencana akan kami tambah lagi sentra vaksinasi di Dinkes,” ucap Abed.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, Tajikistan, Australia, dan Uzbekistan lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Indonesia tersingkir di fase grup.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.