Punya Rp50 Juta? Ini 10 Mobil Bekas yang Bisa Dipilih
Ini 10 pilihan mobil bekas di bawah Rp50 juta yang masih menarik untuk dipakai harian, lengkap dengan tips sebelum membeli.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL - Realisasi vaksinasi terhadap remaja di Bantul masih rendah. Hal ini mengacu kepada data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Kamis (22/7/2021).
Dari 72.145 sasaran remaja yang disasar untuk mendapatkan vaksin dosis pertama, baru 266 remaja (0,31%) yang telah divaksin. Sementara untuk vaksin dosis kedua, dari 72.145 sasaran remaja yang disasar belum ada yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua.
Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan tidak ada kendala dalam vaksinasi untuk remaja. Rendahnya realisasi vaksinasi untuk remaja, dinilainya terjadi lantaran program ini baru saja dijalankan.
“Karena memang baru mulai. Yang perlu dipahami adalah meski kami telah membuka vaksinasi untuk semua kategori, tetap prioritas sesuai kerentanan,” kata Abed, Jumat (23/7/2021).
BACA JUGA: Luhut Sebut Efektivitas PPKM Tergantung Penyaluran Bansos
Lebih lanjut Abed mengatakan hingga Kamis (22/7/2021) total sasaran vaksinasi di Bantul ada 752.225 sasaran. Dari jumlah tersebut, baru 24,69 % atau 185.717 yang telah divaksin dosis pertama. Sedangkan realisasi untuk dosis kedua, baru 10.06% atau 75.654 sasaran yang telah divaksin dari total 752.225 sasaran.
Abed merinci, untuk nakes ada 8.297 sasaran dan baru 93,42% atau 7.751 nakes menerima dosis pertama. Dosis kedua dari 8.297 sasaran baru 89,68% atau 7.441 nakes terealisasi. Sementara, sasaran pelayan publik dengan target sasaran 62.403 telah tervaksin dosis pertama sebanyak 68.470 (109.72%) dan untuk dosis kedua mencapai 37.120 (59.48%).
Untuk sasaran lansia dengan target 122.672, dosis pertama baru tervaksin 55.003 (44,84%), sedangkan dosis kedua 29.656 (24.18%).Untuk sasaran masyarakat rentan dari target sasaran 123.099, tervaksin dosis pertama 17.618 atau (14,31%) dan dosis kedua sebanyak 475 (0,39%). Sedangkan sasaran masyarakat umum dengan target 435.754, dosis pertama telah terealisasi 36.649 (8,41%) dan dosis kedua ada 962 (0,22%).
Sementara hingga Kamis (22/7/2021), jumlah vaksin yang tersedia di Dinkes Bantul masih ada 21.430 dosis vaksin Sinovac.
Menurut Abed, sejumlah usaha terus dilakukan oleh Dinkes untuk mempercepat realisasi vaksinasi. Selain melakukan jemput bola, pihaknya juga akan memaksimalkan keberadaan sentra vaksin.
“Rencana akan kami tambah lagi sentra vaksinasi di Dinkes,” ucap Abed.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ini 10 pilihan mobil bekas di bawah Rp50 juta yang masih menarik untuk dipakai harian, lengkap dengan tips sebelum membeli.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.