Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Muhammad Iqbal memamerkan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan, Jumat (23/7/2021)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Peserta BPJS Kesehatan tak perlu khawatir soal pelayanan kesehatan. Meski tinggal di luar wilayah domisili, mereka tetap bisa memperoleh pelayanan secara maksimal.
Muhammad Iqbal, 22, karyawan swasta yang kini tinggal di Jalan Wates, Km. 4,5 Gamping, Sleman, mengaku sampai saat ini masih tercatat sebagai penduduk Pemalang, Jawa Tengah. Kepesertaan BPJS Kesehatan pun masih berstatus di lokasi tersebut.
"Saya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan di Pemalang. Kalau ada kebutuhan untuk berobat, saya memanfaatkan layanan mobile JKN [Jaminan Kesehatan Nasional]," kata Iqbal kepada Harian Jogja, Jumat (23/7/2021).
Ia memahami manfaat mobile JKN tersebut. Selain untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan, ia memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mengetahui pelayanan BPJS Kesehatan. "Misalnya untuk tetap mendapatkan pelayanan saat di luar kota, apa yang harus dilakukan. Sampai saat ini saya belum pernah berobat ke fasilitas kesehatan. Alhamdulillah tetap sehat," katanya.
Jika suatu saat ia menetap lama di Sleman, maka Iqbal akan memroses kepindahan feskes melalui aplikasi Mobile JKN. Baginya, keberadaan Mobile JKN sangat membantu peserta dalam berbagai hal terkait BPJS Kesehatan.
"Pindah faskes bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Mobile JKN. Syaratnya kepesertaan minimal tiga bulan dan peserta tidak memiliki tunggakan," katanya.
Dengan memanfaatkan layanan ini, Iqbal mengaku tidak waswas dengan pandemi Covid-19. Sebab, pelayanan tidak menimbulkan kontak fisik seperti layanan offline di kantor. "Tidak perlu repot-repot ke Kantor Layanan BPJS Kesehatan. Semua fitur di Mobile JKN ada untuk kebutuhan peserta," katanya.
Ditanya layanan apa yang perlu ditingkatkan oleh BPJS Kesehatan, Iqbal mengatakan sesuai yang keluarga rasakan layanan BPJS Kesehatan sudah baik. Sebab menjadi peserta BPJS Kesehatan selain wajib, juga memberi kemudahan bagi peserta terkait akses kesehatan.
Dia berharap masyarakat yang belum terdaftar program JKN untuk segera mendaftar. Alasannya, selain pengurusannya mudah, pelayanan juga tidak mengecewakan. "Manfaatkan juga layanan Mobile JKN saat pandemi Covid-19 agar tetap aman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.