Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Rahmad
Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Satuan Tugas (Satgas) Oksigen Daerah Istimewa Yogyakarta Tri Saktiyana menyebutkan kebutuhan oksigen medis di provinsinya secara umum masih di atas normal meski dibandingkan Juli cenderung melandai.
"Saat ini tingkat kesembuhan dari pasien COVID-19 di DIY sudah membaik sehingga kebutuhan (oksigen) sudah melandai tapi belum turun drastis. Belum kembali normal seperti awal Juli," kata Tri Saktiyana saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa (10/8/2021).
Menurut dia, rata-rata kebutuhan oksigen di DIY mencapai 45 hingga 50 ton per hari. Sedangkan dalam kondisi normal rata-rata berkisar 25 sampai 30 ton per hari.
"Intinya kita masih perlu mendapatkan tambahan oksigen yang wujudnya cair sekitar 10 sampai 20 ton per hari," ujar dia.
BACA JUGA: Sebelum Gratiskan Oksigen Generator, Pemkab Bantul Akan Gelar Uji Coba
Meski demikian, Tri memastikan tambahan oksigen tersebut masih bisa dipenuhi oleh sejumlah perusahaan pemasok oksigen di luar DIY.
Per 10 Agustus 2021, kata dia, stok oksigen di DIY mencapai 35 sampai 40 ton sehingga dinilai aman untuk mencukupi kebutuhan rumah sakit.
Khusus untuk oksigen cair selama ini hanya bisa diproduksi oleh pabrik khusus oksigen dari luar daerah.
"Kami masih perlu usaha khusus (untuk pasokan oksigen dari luar daerah) karena kasus luar Jawa sedang meningkat. Kami perlu berempati dengan luar Jawa," kata dia.
Sementara itu, untuk oksigen dalam bentuk gas, sejumlah rumah sakit seperti RSUD Wonosari serta RS Panembahan Senopati, menurut dia, mampu memproduksi oksigen gas melalui generator.
Selain itu, Pemda DIY juga telah menyalurkan 700 konsentrator oksigen bantuan dari Kemenkes ke sejumlah rumah sakit dengan kapasitas 10 liter dan lima liter.
Pada akhir Agustus 2021, ia menargetkan tiga generator oksigen berukuran besar di DIY sudah bisa dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan oksigen secara mandiri.
"Kita berupaya untuk mandiri oksigen dengan membuat generator oksigen kemudian memperbanyak konsentrator oksigen. Pasokan dari luar daerah juga kami pastikan tetap lancar," kata dia.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.