Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Jumat 6 November 2026, Cek Tarifnya
Cek jadwal Angkutan KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif serta jadwal perjalanan pulang.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Kepresidenan Gedung Agung Jogja, Selasa (17/8/2021). Dalam kesempatan itu HB X mengingatkan masyarakat untuk mematuhi perpanjangan PPKM serta kesamaan kondisi kaos antara peringatan HUT RI ke-76 dengan saat proklamasi kemerdekaan terdahulu.
Selain mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi, Sultan HB X juga menjadi inspektur Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 pada pukul 07.00 WIB.
Sultan HB X mengatakan bedanya situasi kacau saat Proklamasi 1945 karena di bawah kekuasaan Jepang dan kembalinya kolonialis Belanda, sedangkan HUT RI ke-76 saat ini kacau akibat Covid-19.
"Meski beda ruang dan waktu, rasanya ada kesamaan situasi, sama-sama di saat kaos, yang serba kacau. Saat Proklamasi 1945, kita masih di bawah kekuasaan Dai Nippon dan kembalinya kolonialis Belanda. Situasi kekacauan yang sama, kini juga sangat terasakan kehadirannya. Meski beda wujudnya. Kita berada dalam cengkeraman Covid-19 yang telah menyebar menjadi pandemi global," kata Sultan dalam sambutannya.
Namun Sultan menilai setiap kaos jangan dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Tetapi harus dilihat sebagai suatu yang positif untuk membuka peluang kemajuan. Pemahaman kaos negatif karena by design dengan fondasi struktural dan sosio-kultural yang rapuh. Keanekaragaman dipaksakan menjadi keseragaman, hingga heterogenitas ke homogenitas.
"Yang ditumbuhkan berbagai ketakutan berbeda dan ketakutan akan ketidakberaturan. Karena mewarisi sifat ambtenaar Belanda sebagai sekadar administrator, maka aparat birokrasi pun ketakutan melanggar aturan, meski rakyat butuh uluran tangan dan campur tangan pemerintah secara cepat. Maka, harus kreatif berupaya mencari solusi yang akuntabel," katanya.
Sultan berharap bersamaan dengan perpanjangan PPKM terus disertai dengan langkah pengetatan bersama seluruh lapisan masyarakat. Sehingga kasus Covid-19 menunjukkan tren yang terus membaik.
"Saya mengingatkan, pepatah mangan ora mangan waton kumpul yang dulu lekat sebagai ikatan kekerabatan kita, kini tidak tepat lagi untuk dijadikan anutan keluarga. Karena itu, bagi yang terpapar harus berbesar hati dan rela dipindahkan ke selter atau isolasi terpadu secara berjenjang," katanya.
Ia menambahkan jika penularan di tingkat keluarga dan RT bisa dihentikan, harapannya secara bertahap kondisi akan terus membaik, hingga bisa hidup normal kembali dengan cara baru. Sultan mengajak seluruh warga untuk menumbuhkan rasa optimistis dan saling untuk melawan Covid-19 yang tak bisa diprediksi sampai kapan berakhirnya.
"Konsekuensinya, kita harus siap hidup harmoni dengannya. Dengan penemuan vaksin, bahkan mungkin nanti obat anti Covid, akan bisa memberi jaminan
kesehatan dan rasa aman. Kita juga harus percaya, bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Angkutan KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif serta jadwal perjalanan pulang.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 8 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan 13 stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Persita Tangerang kalah 0-1 dari Isen Mulang di kandang sendiri. Gol Adilson Silva pada menit ke-68 menjadi penentu kemenangan.
Pemerintah menyiapkan ekosistem jagung dari hulu ke hilir dan menyalurkan jagung SPHP untuk membantu peternak ayam petelur.
Persija Jakarta mengalahkan Persebaya Surabaya 1-0 di JIS lewat gol Ivan Mamut pada menit ke-90 dalam laga Super League.
UMP DIY 2026 sebesar Rp2,4 juta, sedangkan KHL mencapai Rp4,6 juta. UU Pelindungan Ketenagakerjaan membuka opsi penyesuaian upah.