283.270 Kasus ISPA Tercatat, Ini 5 Kota dengan Udara Terburuk
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Foto ilustrasi: Petugas memeriksa kupon peserta vaksinasi COVID-19 yang dibagikan kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). /ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, JOGJA--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY meminta Pemda segera menyiapkan anggaran untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi di wilayah ini.
"Pemda DIY maupun kabupaten/kota sangat perlu menganggarkan operasional vaksinasi dalam perubahan anggaran ini secepatnya dan secukupnya," kata Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana di Yogyakarta, Jumat (27/8/2021).
Menurut dia, anggaran percepatan vaksinasi diperlukan agar vaksinasi yang menyasar 2,8 juta penduduk DIY bisa selesai sesuai target pada akhir Oktober 2021.
Untuk operasional percepatan vaksinasi, tambah dia, secara teknis bisa menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT) atau mata anggaran nonoperasional yang tidak mendesak.
"Kami sangat mengapresiasi dan menghargai dedikasi dan gotong royong berbagai pihak seperti yang sudah berlangsung saat ini, tetapi percepatan dan pemerataan butuh dukungan anggaran yang cukup," ujar dia.
Huda menyebutkan besaran anggaran penyelenggaraan vaksinasi massal per orang perlu Rp35.000 untuk sekali suntik, sehingga perlu Rp70.000 untuk vaksin pertama dan kedua.
Jika diselenggarakan melalui fasilitas kesehatan atau sentra vaksin bisa diefisiensi menjadi Rp15.000 untuk sekali suntik atau Rp30.000 per orang untuk dua kali vaksin.
BACA JUGA: Di Akhir Pemerintahan Jokowi, Utang Indonesia Bisa Rp9.800 Triliun
"Angka ini perlu segera dihitung total kebutuhan anggarannya. Gabungan metode sentra vaksin maupun vaksinasi massal," kata dia.
Penganggaran itu, menurut dia, perlu dikoordinasikan juga dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri serta Pemda DIY.
Ia memastikan DPRD DIY akan berusaha memfasilitasi pertemuan koordinasi tersebut secepatnya sebagai komitmen terhadap dukungan percepatan vaksinasi.
"Selain itu kami juga menargetkan perubahan APBD 2021 bisa diselesaikan secepatnya. Dalam jadwal badan musyawarah kami targetkan pertengahan September ini selesai agar anggaran bisa segera digunakan untuk percepatan vaksinasi," kata Huda.
Menurut dia, masalah utama dari vaksinasi adalah kurangnya anggaran operasional sehingga perlu menggandeng pengusaha atau sponsor yang bisa membiayai penyelenggaraan.
"Terutama vaksinasi yang diselenggarakan oleh TNI/Polri, biaya operasional belum disediakan oleh pemerintah pusat, sehingga rekan rekan TNI/Polri full gotong royong," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 24 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Prestasi siswa tak hanya diukur dari keberhasilan masuk PTN. Perguruan tinggi swasta (PTS) juga menawarkan pendidikan berkualitas dan peluang ber
Kemenkeu menilai kepercayaan investor SBN masih terjaga meski yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke 7,4% di tengah gejolak pasar.
Pemprov Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian lima gunung menyusul karhutla di Lawu, Sumbing, dan Pakuwaja. Kebakaran Lawu mencapai 230 hektare.
RSJ Grhasia DIY menyiapkan inovasi SIAP Farmasi untuk mempermudah akses obat pasien rawat jalan melalui layanan pengantaran yang aman dan terpantau