Rumah Penyimpan Ratusan Botol Miras di Semarang Terbakar
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
Foto ilustrasi: Petugas memeriksa kupon peserta vaksinasi COVID-19 yang dibagikan kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). /ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, JOGJA--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY meminta Pemda segera menyiapkan anggaran untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi di wilayah ini.
"Pemda DIY maupun kabupaten/kota sangat perlu menganggarkan operasional vaksinasi dalam perubahan anggaran ini secepatnya dan secukupnya," kata Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana di Yogyakarta, Jumat (27/8/2021).
Menurut dia, anggaran percepatan vaksinasi diperlukan agar vaksinasi yang menyasar 2,8 juta penduduk DIY bisa selesai sesuai target pada akhir Oktober 2021.
Untuk operasional percepatan vaksinasi, tambah dia, secara teknis bisa menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT) atau mata anggaran nonoperasional yang tidak mendesak.
"Kami sangat mengapresiasi dan menghargai dedikasi dan gotong royong berbagai pihak seperti yang sudah berlangsung saat ini, tetapi percepatan dan pemerataan butuh dukungan anggaran yang cukup," ujar dia.
Huda menyebutkan besaran anggaran penyelenggaraan vaksinasi massal per orang perlu Rp35.000 untuk sekali suntik, sehingga perlu Rp70.000 untuk vaksin pertama dan kedua.
Jika diselenggarakan melalui fasilitas kesehatan atau sentra vaksin bisa diefisiensi menjadi Rp15.000 untuk sekali suntik atau Rp30.000 per orang untuk dua kali vaksin.
BACA JUGA: Di Akhir Pemerintahan Jokowi, Utang Indonesia Bisa Rp9.800 Triliun
"Angka ini perlu segera dihitung total kebutuhan anggarannya. Gabungan metode sentra vaksin maupun vaksinasi massal," kata dia.
Penganggaran itu, menurut dia, perlu dikoordinasikan juga dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri serta Pemda DIY.
Ia memastikan DPRD DIY akan berusaha memfasilitasi pertemuan koordinasi tersebut secepatnya sebagai komitmen terhadap dukungan percepatan vaksinasi.
"Selain itu kami juga menargetkan perubahan APBD 2021 bisa diselesaikan secepatnya. Dalam jadwal badan musyawarah kami targetkan pertengahan September ini selesai agar anggaran bisa segera digunakan untuk percepatan vaksinasi," kata Huda.
Menurut dia, masalah utama dari vaksinasi adalah kurangnya anggaran operasional sehingga perlu menggandeng pengusaha atau sponsor yang bisa membiayai penyelenggaraan.
"Terutama vaksinasi yang diselenggarakan oleh TNI/Polri, biaya operasional belum disediakan oleh pemerintah pusat, sehingga rekan rekan TNI/Polri full gotong royong," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
Jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 2 September 2026 tersedia dalam 12 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
BGN menetapkan dua sesi jam kerja wajib kepala SPPG MBG, yakni pukul 17.00-19.00 WIB dan 02.00-08.00 WIB.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.