Branding Menjadi Kiat Taktis dalam Meraih Kesuksesan Berusaha
Branding UMKM dinilai menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di era digital.
Karet merupakan salah satu dari komoditi perusahaan yang menjadi objek penelitian/Shutterstock
Harianjogja.com, JOGJA-Empat mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Isnaini Rahman Wyana (Psikologi/Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya), Setyawan Jodhi (Manajemen/Fakultas Bisnis & Ekonomika), Aura Nabila (Psikologi/Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya), dan Berliana Furry Ayu Fadilla (Psikologi/Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya) mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan mengangkat judul “Work Life Balance dan Moral Kerja sebagai Prediktor Kecenderungan Kecurangan Kerja”.
Isnaini mengatakan latar belakang tim mengangkat topik itu adalah berdasarkan hasil survei Association of Certified Fraud Examiner (ACFE), ada urgensi dari kecurangan di Indonesia yang merugikan banyak instansi, baik instansi pemerintah maupun perusahaan.
“Riset ini dapat menjadi sumber rujukan untuk menekan tindakan kecurangan karyawan di instansi pemerintahan maupun perusahaan,” kata Isnaini.
Setyawan Jodhi memaparkan proses yang dilaksanakan tim. Pertama menetapkan hipotesis, berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, dan teori. Kedua, persiapan administrasi penelitian, meminta persetujuan dan izin dari dosen pembimbing dan perusahaan. Ketiga, persiapan alat ukur penelitian, adaptasi alat ukur, tryout, uji validitas dan uji reliabilitas.
Keempat, tim melakukan pengambilan data, pengambilan data primer melalui kuesioner secara daring. Kelima, melakukan uji asumsi, uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas. Keenam, melakukan uji hipotesis, uji regresi berganda simultan dan parsial.
“Ketujuh melakukan analisis tambahan, uji regresi berdasarkan jenis kelamin dan sektor perusahaan, serta uji regresi variabel dummy berdasarkan komoditi perusahaan,” lanjut Aura Nabila.
Tahap kedelapan adalah interpretasi hasil analisis dan pembahasan, berdasarkan literatur dan penelitian terdahulu dan tahap terakhir menyusun kesimpulan dan saran, saran bagi peneliti selanjutnya dan instansi/perusahaan.
Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan desain kuantitatif guna menguji prediksi work life balance dan moral kerja terhadap kecenderungan kecurangan kerja (fraud). Berdasarkan uji hipotesis, maka dapat dinyatakan bahwa hipotesis dari penelitian ini dapat diterima. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya hubungan yang sangat signifikan pada work life balance dan moral kerja terhadap kecenderungan kecurangan kerja (fraud). Hasil diperoleh melalui uji analisis regresi berganda dengan nilai yang diperoleh R=0,464 dengan signifikansi p=0,000 (p<0,01).
“Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa work life balance dan moral kerja secara bersama-sama dapat memprediksi kecenderungan kecurangan kerja [fraud] dengan sumbangan efektif sebesar 21,5 persen,” tutur Berliana. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Branding UMKM dinilai menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di era digital.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.