Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Tim PKM KI UII "THANOS CYCLE"./Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Keripik gadung menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia terkhusus di pulau Jawa. Gadung atau Dioscorea hispida Dennst sebagai bahan baku utama adalah jenis tanaman umbi-umbian yang banyak terdapat di hutan Indonesia.
Pada umbi gadung terkandung senyawa alkanoid berupa dioscorin dan asam sianida (HCN). Proses penghilangan racun dari umbi gadung memiliki beberapa cara tergantung produsen. Pada proses pengolahan gadung yang masih tradisional terdapat salah satu prosesnya yaitu perendaman gadung selama 4-5 hari dengan mengganti air setiap 3-4 jam sekali.
Dari proses pengolahan tersebut ditemukan masalah yaitu penggunaan air yang boros dan limbah air yang langsung dibuang tanpa diproses. Berangkat dari masalah itu, sekelompok mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Gita Perdani Damayanri, Dwita Cahaya Pratiwi, dan Laellindini Ardy Syahhertian menciptakan sebuah inovasi yang diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul “Alat Penyaring Racun Menggunakan Sistem Filter untuk Membantu Proses Pengolahan Umbi yang Ramah Lingkungan”.
Mereka menawarkan solusi mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat alat yang dinamakan Thanos Cycle. Gita Perdani mengatakan urgensi dibuatnya alat ini didukung oleh jumlah produsen dan konsumen keripik gadung yang semakin banyak. Di Kabupaten Tulungagung, misalnya, terdapat 25 UKM aktif yang memproduksi keripik dengan rata-rata produksi sebesar 5,416 kg/bulan. Selama masa pandemi pun, seorang produsen di Banyuwangi bernama Jamilah masih memproduksi keripik gadung sebanyak 25 kg/produksi meski tidak sedang musim umbi gadung.
“Selain keberadaan umbi gadung yang musiman, proses pengolahan yang sulit dan lama juga menjadi hambatan para UKM untuk memproduksi keripik gadung,” tutur Gita.
Desain produk yang telah sesuai dengan masalah kemudian diproduksi. Proses produksi diawali dengan membuat badan tabung dari bahan seng galvanis kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dudukan tabung atau bisa disebut juga meja tabung dengan menggunakan bahan alumunium. Selanjutnya pembuatan rangkaian dinamo yang disambungkan dengan gearbox menggunakan v-belt, elektro motor ini memiliki kecepatan sebesar 1450 rpm dengan perbandingan 1:30 sehingga tabung akan berputar dengan kecepatan 48,3 rpm.
Dwita Cahaya melanjutkan penambahan gearbox bertujuan untuk memindahkan tenaga penggerak dari motor ke alat (tabung) agar menyesuaikan dengan titik tengah penggerak tabung. Setelah semua elemen alat siap, tahap terakhir yang dilakukan adalah merangkai semua elemen pada dudukan dan tabung utama. “Pada filter yang digunakan adalah karbon aktif karena paling sederhana dan mudah untuk digunakan. Kemudian pada tahap akhir dilakukan inspeksi untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai,” jelasnya.
Menurut Beni Suranto, S.T., M.SoftEng sebagai dosen pembimbing tim, Thanos Cycle diharapkan menjadi solusi dalam pengolahan umbi yang mendukung semangat pelestarian lingkungan. “Terobosan dan kreasi mahasiswa ini sangat relevan dengan kebutuhan dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk massal yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tegas dia.
Laellindini Ardy menyimpulkan, Thanos Cycle merupakan alat yang dapat membantu proses pencucian keripik gadung dan juga dapat mengurangi penggunaan air yang banyak karena air proses dapat digunakan kembali setelah di filter menggunakan karbon. “Alat ini terinsiprasi dari alat THANOS sebelumnya yang memiliki fungsi yang sama, tapi memiliki desain baru yang lebih efektif. Penggunaan alat ini juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan sebab pembuangan limbah yang begitu saja,” tutup dia. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.