Libur Tahun Baru Islam Penumpang KA di Daop 6 Jogja Melonjak 54 Persen
Penumpang kereta api di Daop 6 Yogyakarta melonjak 54 persen menjelang libur Tahun Baru Islam. KAI menambah tiga perjalanan kereta untuk mengakomodasi lonjakan.
Ahmad Munasir Rafie Pratama/informatics.uii.ac.id
Harianjogja.com, SLEMAN—Teka-teki hilangnya dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja Ahmad Munasir Rafie Pratama di luar negeri akhirnya terungkap. Otoritas UII mengklaim Ahmad Munasir tak pulang ke Tanah Air karena alasan kesehatan.
Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Ahmad Munasir Rafie Pratama yang sempat dinyatakan hilang saat perjalanan pulang dari Norwegia akhirnya memberi kabar. Dia terdeteksi masuk Amerika Serikat.
Rektor UII, Fathul Wahid, mengatakan Ahmad Munasir telah membalas email yang dikirimkan UII. Universitas, kata Rektor, telah mencermati alasan kesehatan menjadi penyebab pengalihan rute penerbangan ke Amerika Serikat. Alasan ini disampaikan Ahmad Munasir melalui email.
"Pesan yang diterima UII dari AMRP [Ahmad Munasir Rafie Pratama] juga termasuk permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari AMRP kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika UII atas kegaduhan yang muncul di publik terkait permasalahan ini," ucapnya, Jumat (24/2/2023).
BACA JUGA: Diam-Diam ke Boston, Dosen UII Ahmad Munasir Punya Ikatan Erat dengan Amerika Serikat
Dia berharap agar kondisi kesehatannya lekas membaik. UII akan memberikan pendampingan dan dukungan layanan kesehatan bagi Ahmad Munasrir apabila diperlukan.
"UII sebagai organisasi publik yang mengedepankan nilai-nilai tata kelola yang baik memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh sivitas berdasar pada regulasi yang berlaku di UII."
Dia menyampaikan tindakan Ahmad Munasir masuk Amerika Serikat tanpa menyampaikan pemberitahuan bisa diduga sebagai tindakan indisipliner. Ahmad Munasir meninggalkan tanggung jawab sehingga berdampak pada tata laksana organisasi.
BACA JUGA: Diduga Milik Ibu Mario Dandy, Resto di Jalan Timoho Jogja Disorot Netizen
"Untuk melakukan verifikasi atas dugaan tersebut, UII akan membentuk tim berdasarkan regulasi yang berlaku di UII," jelasnya.
Atas nama universitas, Fathul menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam mengungkap kasus ini, hususnya kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI, KJRI New York, KBRI Oslo, KJRI di Istanbul, KBRI Ankara, KBRI Riyadh, PP Muhammadiyah, National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, dan lainnya.
"UII berharap, rilis media ini dapat mengakhiri spekulasi yang berkembang di tengah publik."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang kereta api di Daop 6 Yogyakarta melonjak 54 persen menjelang libur Tahun Baru Islam. KAI menambah tiga perjalanan kereta untuk mengakomodasi lonjakan.
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hotel di Bantul membidik pasar komunitas untuk mendongkrak okupansi saat libur sekolah. PHRI menargetkan tingkat hunian mencapai 70 persen.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp57.050 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional terbaru berdasarkan data PIHPS Nasional
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY