Pembayaran Non-Tunai di TPR Wisata Gunungkidul Molor, Ini Penyebabnya
Perluasan pembayaran non-tunai di lima TPR wisata Gunungkidul tertunda karena pengadaan mesin, CCTV, genset, dan jaringan internet.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya pencarian pengunjung hilang di Pantai Siung di Kalurahan Purwodadi, Tepus atas nama Azka Nurfadillah masih dilakukan, meski operasi pencarian telah resmi ditutup Selasa (29/7/2025) petang. Hanya saja, prosesnya tidak semasif pada saat operasi masih dilakukan secara resmi.
BACA JUGA: Seorang Pengunjung di Pantai Siung Hilang, Ini Kronologinya
“Secara resmi pencarian hanya berlangsung tiga hari sesuai dengan SOP dalam pencarian yang kami pedomani. Jadi, sudah berakhir sejak Selasa petang,” kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, Rabu (30/7/2025).
Menurut dia, pencarian dilakukan dengan melibatkan tim sebanyak 30 personel gabungan dari relawan hingga TNI Polri. “Kalau sekarang memang masih ada pencarian, tapi tidak sebesar kemarin [saat operasi pencarian berlangsung] karena secara resmi telah dihentikan,” katanya.
Kendati demikian, ia juga meminta kepada nelayan maupun warga yang beraktivitas di sekitar pantai juga ikut membantu. Salah satunya melaporkan pada saat terjadi sesuatu hal yang mencurigakan.
“Ini bagian mencari keberadaan saudari Azka,” katanya.
Hilangnya seorang pengunjung di Pantai Siung dilaporkan pada Minggu (27/7/2025). Usai mendapatkan laporan, upaya pencarian dengan melibatkan tim gabungan telah dilakukan, tapi belum membuahkan hasil hingga sekarang.
Sebelumnya diberitakan, Azka yang merupakan warga asal Jakarta ini datang ke Pantai Siung pada Kamis (24/7/2025) untuk kamping dengan menyewa tenda. Namun, pada Sabtu (26/7/2025) dinyatakan hilang setelah izin sewa tenda habis dan dibongkar pemilik, tapi keberadannya tidak diketahui.
“Sempat ada yang melihat di area Watu Togok dan diminta pulang oleh Petugas SAR,” katanya.
Berdasarkan laporan dari petugas parkir di Pantai Siung diketahi ada sepeda motor Honda Vario 160 yang terparkir hingga Minggu siang. Hasil koordinasi dengan pihak Polsek Tepus diketahui kendaraan tersebut dibawa oleh Azka, pengunjung perempuan yang dinyatakan hilang.
“Didalamnya ada STNK, ponsel dan SIM atas nama bersangkutan karena ada tas dan kunci kontak motornya,” katanya.
Salah seorang saksi, Joko mengatakan, pasca-melihat Azka berada di Watu Togok sudah ada upaya mengawasinya. Hal ini telihat saat petugas memantau keberadaannya di tenda saat Sabtu dini hari.
“Tapi pada siangnya, yang bersangkutan sudah tidak terlihat lagi dan hingga sekarang belum ditemukan,” katanya.
Ia berharap keberadaan pengunjung ini bisa segera ditemukan agar teka-teki tentang bersangkutan dapat diketahui bersama. “Masih dicari dan mudah-mudahan bisa ditemukan bagaimana pun kondisinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perluasan pembayaran non-tunai di lima TPR wisata Gunungkidul tertunda karena pengadaan mesin, CCTV, genset, dan jaringan internet.
Serapan anggaran belanja Bantul per 30 Oktober 2026 mencapai 69,64%. DPUPKP menjadi OPD dengan realisasi terendah, yakni 48,14%.
Inflasi Gunungkidul pada Oktober 2026 mencapai 3,12%, tertinggi di DIY dan mulai mendekati batas toleransi pemerintah sebesar 3,5%.
Disperindag DIY menggelar pasar murah di tiga lokasi Kulonprogo pada 3–5 November 2026 dengan total distribusi 14 ton bahan pokok.
Ombudsman RI meminta Polri mengevaluasi penggeledahan pesantren putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan HAM bagi santriwati.
Lama tinggal wisman di DIY pada triwulan III 2026 hampir 3 hari. Belanja wisman di Indonesia juga naik 6,96% secara kuartalan.