Pembiayaan UMKM DIY Diminta Fokus ke Usaha Produktif dan Prospektif
Pembiayaan UMKM di DIY dinilai perlu difokuskan pada usaha produktif dan prospektif. Penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp2,74 triliun kepada 48.290 debit
Penandatangan perjanjian proyek PSEL dengan kepala daerah Yogyakarta, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) serta Gubernur DIY di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan, Selasa (11/8/2026). Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Piyungan, Bantul, memasuki tahap persiapan dengan target peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan jadwal tersebut tidak akan ditunda. Proyek yang berada di sekitar bekas TPST Piyungan itu diperkirakan membutuhkan investasi Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun.
Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman mengatakan persiapan proyek dilakukan sepanjang kuartal III dan IV 2026, termasuk pematangan lahan. Setelah groundbreaking, pekerjaan konstruksi ditargetkan dimulai pada Januari 2027 dan berlangsung hingga akhir 2028.
“Tidak akan ada pengunduran, jadi target kita akan peletakan batu pertama atau groundbreaking di akhir tahun ini, di Desember 2026,” kata Fadli seusai bertemu dengan Gubernur DIY di Kepatihan Jogja, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara Danantara dengan Pemerintah DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan Pemerintah Kota Jogja terkait rencana pembangunan PSEL di Piyungan.
Menurut Fadli, nilai investasi proyek masih berada dalam kisaran Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun. Nilai final nantinya menyesuaikan hasil desain fasilitas yang disiapkan untuk mengolah sampah dari kawasan aglomerasi Jogja.
“Proses pembangunan sekarang persiapan, mulai dibangun Januari 2027 sampai akhir 2028. Untuk nilai investasi diperkirakan di sekitar Rp2,5 triliun sampai Rp3 triliun yang tentunya nanti tergantung dari hasil desain itu sendiri,” ujarnya.
Dibangun di Lahan 5,7 Hektare
Fasilitas PSEL akan dibangun di lahan seluas kurang lebih 5,7 hektare di sekitar bekas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul.
Meski berada di kawasan yang sama, Fadli menegaskan lokasi proyek PSEL bukan berada tepat di lahan TPST Piyungan. Fasilitas tersebut dibangun di lokasi yang berbeda tetapi masih bersebelahan dengan kawasan bekas TPST.
“Itu lokasinya berbeda dengan TPST Piyungan, tetapi masih bersebelahan,” katanya.
PSEL tersebut disiapkan sebagai salah satu solusi untuk menangani persoalan sampah di kawasan Jogja. Sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan akan diolah menjadi sumber energi listrik sehingga memiliki nilai tambah.
Selain mengurangi beban pengelolaan sampah, proyek ini diharapkan mampu menghasilkan manfaat ekonomi melalui investasi dalam jumlah besar, kegiatan konstruksi, peluang usaha, hingga penyerapan tenaga kerja.
Sampah dari Bantul, Sleman, dan Jogja
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan PSEL Piyungan akan mengolah sampah yang berasal dari tiga wilayah, yakni Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kota Jogja.
Ketiga wilayah tersebut dipandang membutuhkan dukungan pihak lain dalam pengelolaan sampah karena kapasitas penanganan sampah secara mandiri masih terbatas. Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo saat ini dinilai masih mampu menangani sampah di wilayah masing-masing.
“Yang baru menandatangani Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota (Jogja), dua kabupaten (Gunungkidul dan Kulon Progo) masih bisa menanggulangi sampah sendiri, jadi tiga ini yang memerlukan partisipasi pihak lain,” kata Sri Sultan.
Listrik yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah tersebut nantinya akan dikerjasamakan dengan PT PLN (Persero). Dengan demikian, proyek PSEL tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan energi alternatif.
Dorong Transisi Energi dan Ekonomi Lokal
Pembangunan PSEL menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis teknologi sekaligus memperluas pemanfaatan energi dari sumber nonfosil.
Program PSEL juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi persoalan pengelolaan sampah. Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah.
Di tingkat daerah, investasi Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Selain pekerjaan konstruksi, keberadaan fasilitas PSEL dapat membuka peluang bagi tenaga kerja lokal serta pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pendukung operasional.
Proyek tersebut juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan pengelola investasi, dan mitra usaha dalam menyelesaikan persoalan lingkungan sekaligus menciptakan sumber energi baru.
Dengan target groundbreaking pada Desember 2026 dan konstruksi dimulai Januari 2027, pembangunan PSEL Piyungan kini memasuki tahap penting. Pemerintah daerah bersama Danantara masih melakukan sejumlah persiapan agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal dan mulai memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah serta kebutuhan energi di kawasan Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembiayaan UMKM di DIY dinilai perlu difokuskan pada usaha produktif dan prospektif. Penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp2,74 triliun kepada 48.290 debit
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.