OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Objek wisata Pantai Glagah mulai diserbu wisatawan lokal DIY pada H+1 Idulfitri 1442 Hijriah, Jumat (14/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih memperpanjang penutupan sementara seluruh objek wisata sampai ada petunjuk teknis pelaksanaan uji coba pembukaan objek wisata di wilayah PPKM Level 3.
"Kami masih menunggu keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan uji coba pembukaan destinasi wisata. Sampai saat ini, kami menutup seluruh objek wisata yang ada di Kulon Progo," kata Kepala Dinas Pariwisata KulonProgo Joko Mursito di Kulonprogo, Selasa (7/9/2021).
Menurut dia, uji coba pembukaan objek wisata tergantung dari Kemenparekraf dan Kemenkes. Selain itu hingga saat ini pihaknya belum menerima keputusan Pemerintah Pusat dan provinsi terkait dengan pembukaan maupun uji coba wisata meski PPKM Level 3 telah berlaku di DIY.
Terkait dengan pembukaan sektor pariwisata di tengah PPKM Level 3 sendiri, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 tahun 2021, pariwisata bisa kembali dibuka dengan berbagai pertimbangan, di antaranya destinasi wisata harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kemenkes dan Kemenparekraf.
BACA JUGA: Jateng Bebas dari PPKM Level 4, Ganjar: Terima Kasih Masyarakat
Kemudian destinasi wisata juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Untuk anak umur di bawah 12 tahun juga tidak diperkenankan memasuki tempat wisata. Daftar destinasi wisata yang diizinkan buka juga ditentukan oleh Kemenparekraf.
"Uji coba pembukaan objek wisata kebijakannya bersifat top to down. Untuk itu, kami masih menunggu pusat dan DIY," katanya.
Sementara itu Bupati Kulonprogo Sutedjo meminta Dinas Pariwisata bisa sedikit memberikan semangat kepada para pelaku wisata untuk bisa bangkit kembali, sehingga ketika nantinya pandemi berakhir dan kondisi kembali normal, maka pelaku wisata bisa benar-benar siap untuk memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan.
"Kami berharap pengelola wisata jangan patah semangat,” harap Sutedjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.