Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Wisatawan berlarian saat gelombang tinggi menerjang di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat (20/7/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, WONOSARI—Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dilakukan perubahan. Kondisi pandmei Covid-19 yang sempat tinggal beberapa waktu lalu, dan berimbas penutupan kawasan objek wisata, menjadi penyebabnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan di 2021 sebenarnya target PAD Pariwisata sebesar Rp18 Miliar. Namun, kasus positif Covid-19 yang sempat tinggi, dan berpengaruh pada kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, membuat objek wisata juga ditutup.
BACA JUGA : Pandemi Belum Selesai, Target PAD & Kunjungan Wisata
“Dari Rp18 Miliar, Dinas Pariwisata mengusulkan perubahan PAD menjadi Rp12 Miliar, sampai akhir tahun mendatang. Artinya target pemerintah akan berkurang sebesar 33% atau Rp6 Miliar,” ujar Harry, Minggu (12/9/2021).
Dijelaskan Harry, dari awal 2021 sampai sebelum diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli, PAD mencapai Rp8 Miliar lebih. Namun, saat diberlakukan PPKM aktivitas pariwisata mengalami penurunan, dan hingga berjalan dua bulan lebih ini belum ada pembukaan pariwisata di Gunungkidul.
Hilangnya potensi perputaran uang selama 10 minggu penutupan objek wisata pun terbilang besar. Harry memberi gambaran, rata-rata pengunjung perminggu sebanyak 40.000 orang, dikalikan 10 minggu PPKM, kemudian dikali lagi Rp81.000 yang mana ini merupakan rerata belanja para wisatawan di Gunungkidul. Hitungan tersebut menghasilkan angka Rp32,4 miliar.
Angka tersebut belum termasuk potensi PAD dari retribusi. Jika menggunakan rata-rata jumlah pengunjung yang sama, dikalikan Rp5.000 maka terdapat potensi pendapatan yang hilang sebesar Rp2 Miliar.
BACA JUGA : Dampak Penutupan, Sektor Pariwisata Gunungkidul Rugi
Setelah pemerintah mengeluarkan sejumlah lokasi objek wisata yang masuk uji coba, Gunungkidul belum termasuk salah satunya. Sehingga, Harry juga belum bisa memberi gambaran kapan objek wisata di Gunungkidul akan buka. Ia hanya mengharapkan pelaku wisata dan wisatawan dapat sabar menunggu. Berbagai protokol kesehatan pun telah dipersiapkan.
Saat ini dikatakannya ada petugas yang selalu bersiaga di TPR yang ada untuk menghalau wisatawan masuk ke kawasan pantai. Ia mengaku memang mendapatkan laporan dari lapangan terkait banyaknya calon wisatawan yang hendak nekat masuk, namun berhasil dihalau. Pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Desa termasuk stakeholder lainnya untuk memastikan tidak ada orang yang melanggar PPKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Lolos SNBT 2026? Berikut panduan lengkap daftar ulang ke PTN, mulai dari rincian dokumen yang harus disiapkan hingga tahapan prosesnya.
Dua insiden pelajar terjadi di Jogja, mulai pelemparan sekolah hingga remaja membawa sajam. Polisi masih menyelidiki motif kejadian.
Belum lolos UTBK SNBT 2026? Jangan panik. Simak enam langkah strategis, mulai dari jalur mandiri PTN hingga beasiswa, untuk tetap melanjutkan kuliah.
Gotong Royong dan Upcycling Plastik, SDN Susukan Wujudkan Taman Sekolah Ramah Lingkungan
Klinik KDMP pertama di DIY resmi beroperasi di Tamanmartani, Sleman. Klinik ini masih harus melalui akreditasi sebelum melayani BPJS.