Pandemi Belum Selesai, Target PAD & Kunjungan Wisata Diturunkan

Wisatawan sedang menikmati bermain pasir di Pantai Parangtritis. - Harian Jogja/Jumali
29 Maret 2021 05:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Bantul pada 2020 menurun drastis. Pandemi Covid-19 menjadi faktor pemicu merosotnya pendapatan. Melihat kondisi yang belum pulih, untuk tahun ini target kembali diturunkan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan target kunjungan wisata di Bantul pada 2021 dipatok 2,5 juta orang. Namun dengan melihat pandemi yang masih berlangsung, target diturunkan menjadi 1,8 juta orang. "Memasuki bulan ketiga ini, rata-rata kunjungan hanya 100.000 orang per bulan," katanya, Minggu (28/3/2021).

Dijelaskan Kwintarto, dengan melihat tren kunjungan yang masih rendah, target 1,8 juta wisatawan dinilai masih berat, terutama jika tak ada perubahan kondisi pariwisata. "Selama tiga bulan pertama 2021 angka kunjungan baru 340.000 wisatawan. "Artinya, kalau rata-rata hanya 110.000 pengunjung per bulan, maka selama setahun hanya 1,3 juta wisatawan dengan PAD Rp13 miliar lebih sedikit," ujarnya.

Target kunjungan sebesar 1,8 juta orang, menurut Kwintarto, bisa tercapai jika kondisi pandemi terus membaik. "Kami berharap mulai pertengahan tahun atau setelah Lebaran ada perbaikan kondisi dan angka kunjungan naik. Kami juga yakin saat sekolah tatap muka sudah dimulai, target kunjungan bisa tercapai," terangnya.

Kendati target kunjungan maupun PAD diturunkan, Kwintarto menjelaskan target itu telah dinaikkan 10% dari target kunjungan dan PAD perubahan di 2020. "Tahun ini kami memprediksi ada kenaikan 10 persen dari tahun sebelumnya, sehingga dipatok target kunjungan 1,8 juta orang dan PAD mengikuti kunjungan sekitar Rp17 miliar lebih bisa terlampaui," ujarnya.

Kwintarto menjelaskan target perubahan kunjungan pariwisata di 2020 sebanyak 3,2 juta mampu terealisasi 2,3 juta kunjungan. Capaian itu melebihi 38,14% dari target perubahan 2020 yang ditetapkan di angka 1,7 juta. Dari segi PAD, realisasi PAD 2020 sebesar Rp16,9 miliar atau naik 16,9% dari target PAD perubahan sebesar Rp14,5 miliar.

Sebelumnya Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis meminta Dispar mengkaji ulang rencana revisi PAD. Komisi yang membidangi sektor pariwisata ini menilai besaran nilai target PAD perubahan terlampau kecil. "Seharusnya bisa mencapai Rp16 miliar, jika di angka Rp14 miliar, terlalu rendah," ujarnya.