Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Wisatawan berfoto dengan latar pahatan figur wayang di Tebing Breksi di Prambanan. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Supramono, menyarankan pengunjung Tebing Breksi untuk tidak langsung mendatangi lokasi, teapi melakukan reservasi dulu secara online melalui Visiting Jogja.
“Kalau bisa reservasi lewat online, kalau mau pakai Visiting Jogja kami anjurkan sehingga bisa dipantau kalau yang mau datang berapa orang bisa kami pantau. Datang kesitu kemudian di pintu masuk cek QR Code PeduliLindungi untuk screening,” ujarnya.
Kemudian untuk mendukung protokol kesehatan, fasilitas cuci tangan, cek suhu dan sebagainya tetap disediakan. Kuota pengunjung juga masih dibatasi sebanyak 25% dari total kapasitas. Ia menegaskan untuk Tebing Breksi, pengunjung dengan anak di bawah 12 tahun belum boleh masuk.
“Walaupun di beberapa statement Pak Menteri Pariwisata bilang kalau ada diskresi. Tapi kami belum mau pakai itu. Banyak anak-anak yang berkunjung iya. Menurut saya itu nanti, kalau sepanjang uji coba mendingan nggak dulu. Biar efek uji cobanya kelihatan bener,” ungkapnya.
Baca juga: Sekolah di Gunungkidul Sudah Dibuka
Meski telah dibuka sejak dua hari lalu, menurutnya Tebing Breksi belum ramai dikunjungi. “Tebing Breksi kapasitasnya 10.000 orang. Selama ini, selama PPKM itu ya paling 200 orang, maksimal 500 orang. Jadi pembatasan 25 persen itu pasti tercapai ya karena pengunjungnya memang masih sedikit,” katanya.
Hal ini menurutnya disebabkan pengunjung Tebing Breksi biasanya dari rombongan massal anak sekolah. Namun sekarang anak sekolah tidak boleh berwisata. “Kalau pun ada rombongan dari luar daerah satu dua bus yang juga anak sekolah itu tetap sedikit lah menurut saya,” ujarnya.
Pada masa pandemi sebelum PPKM, pengunjung Tebing Breksi didominasi oleh kelompok keluarga atau sekelompok kecil rombongan yang masih berasal dari satu daerah. Jumlah kunjungan juga masih terbatas pada 500 orang pada hari libur, sehingga masih memenuhi syarat kuota 25%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Eko Suwanto mengucapkan HUT ke-270 Kota Jogja dan mendorong Pemkot memperkuat anggaran pro rakyat untuk menekan kemiskinan.
Nusron Wahid absen pemeriksaan KPK karena agenda internal ATR/BPN. KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi.
Gibran menghormati putusan MK soal gugatan ijazah dan menegaskan dirinya menempuh pendidikan S1 di Singapura.
Pemerintah dan DPR menyepakati BPIH 2027 Rp98,46 juta. Setelah subsidi pemerintah, jamaah hanya perlu melunasi sekitar Rp23,24 juta.
Pemkab Sleman meminta pelajar dan orang tua menandatangani komitmen mencegah kenakalan remaja, kekerasan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.