Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi dalam acara pemberian secara simbolis tali asih kepada atlet dan pelatih di Grha Pandawa Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (16/9/2021). /Ist-Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memberikan tali asih kepada atlet dan pelatih yang hendak mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua mewakili Kota Jogja. Dengan jumlah masing-masing Rp2 juta, pemberian ini sebagai bentuk dukungan dan semangat pada para atlet dan pelatih yang hendak berjuang.
Ada total 59 orang yang berangkat, terdiri dari 39 atlet dan 20 pelatih. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, tali asih ini diberikan bagi orang-orang yang berdedikasi dan berprestasi dalam mengharumkan nama Kota Jogja. Atas nama pribadi, pemerintah, dan warga Kota Jogja, Heroe mendoakan agar atlet dan pelatih yang berangkat ke PON Papua agar senantiasa sehat.
"Semoga di sana membawa prestasi terbaik, membawa harum nama Kota Jogja khususnya dan DIY,” kata Heroe dalam pemberian secara simbolis tali asih di Grha Pandawa Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (16/9/2021).
Baca juga: Jaringan Internet Tak Stabil, Hutan Pinus Akan Dipasang Perangkat Penguat Sinyal
Lantaran masih di masa pandemi, Heroe mengingatkan atlet dan pemain untuk senantiasa menaati protokol kesehatan. Salah duanya dengan cuci tangan pakai sabun dan menggunakan handsanitizer. "Saya mendoakan agar berangkat sehat sampai Kota Jogja juga sehat dan kedepannya dapat mencetak atlet-atlet hebat, unggul, dan berprestasi di bidang olahraga,” katanya.
Perwakilan pelatih, Budi Widayanto mengatakan tidak semua atlet dan pelatih hadir dalam acara seremonial pemberian tali asih. Hal ini sebagai upaya menghindari kerumunan. Budi meminta restu dan dukungan kepada seluruh warga Jogja agar bisa maksimal berjuang di PON Papua.
“Mohon doa dan dukungannya dari Pemkot Jogja dan warga Kota Jogja untuk atlet dan pelatih kami yang akan berjuang di PON Papua, semoga sehat dan membawa medali emas dan dapat mengharumkan Kota Jogja dan DIY,” kata Budi yang merupakan pelatih Panahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.