Celurit Diselipkan di Pinggang, Pemuda Kasihan Ditangkap di Sleman
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Vaksinasi pedagang Pasar Bantul pada Rabu (9/6/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul akhirnya angkat bicara terkait pernyataan dari Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie yang mengatakan capain vaksinasi di Bantul masih rendah yakni 54,9 persen untuk dosis pertama dan 23,9 persen untuk dosis kedua.
Dinkes Bantul menyatakan Bantul bukanlah pilot projek vaksinasi di DIY seperti Kota Jogja dan Sleman. "Karena Kota Jogja dan Sleman kan ditunjuk sebagai daerah penyangga sehingga kick off vaksinasi lebih dahulu dibandingkan Bantul. Apalagi, pasokan vaksin di Kota Jogja dan Sleman juga lebih banyak dibandingkan Bantul," kata Kasi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho, Rabu (22/9/2021).
Selain itu Abed menilai jika belum tentu warga yang divaksin oleh Dinkes Kota Jogja sesuai dengan Nomor Induk Penduduk (NIK) Kota Jogja.
"Karena capaian 177 persen itu pasti banyak. Bisa saja NIK yang telah divaksin merupakan warga luar Kota Jogja," jelasnya.
Baca juga: Capaian Masih Rendah, Bantul dan Gunungkidul Diminta Percepat Vaksinasi
Menurut Abed, saat ini capaian vaksinasi di Bantul telah mencapai 62,77 persen atau 481.482 sasaran untuk dosis pertama. Sedangkan untuk suntikan dosis ke dua mencapai 32,22 persen atau 247.120 sasaran atau orang.
Saat ini, ia juga terus mempercepat vaksinasi untuk mengejar target 100 persen warga tervaksin. "Kami masih mengejar. Harapan bulan depan sudah tervaksin semua," harap Abed.
Ketua Komisi D, DPRD Bantul, Enggar Surya Jatmiko mengatakan percepatan vaksinasi terus dilakukan oleh Pemkab Bantul. Salah satunya dengan mengalihkan tenaga kesehatan untuk membantu percepatan vaksinasi.
"Dengan langkah ini kami berharap agar target vaksinasi segera tercapai," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.