Capaian Masih Rendah, Bantul dan Gunungkidul Diminta Percepat Vaksinasi

Vaksinasi pedagang Pasar Bantul pada Rabu (9/6/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
22 September 2021 07:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Secara umum capaian vaksinasi Covid-19 di DIY sudah tinggi atau sudah mencapai 75,19% untuk dosis pertama per 20 September lalu dari total sasaran 2.879.699 orang. Sementara dosis kedua mencapai 35,42%. Namun dari dua daerah yang masih perlu digenjot, yakni Bantul dan Gunungkidul agar capaian vaksinasi keseluruhan mencapai 80% di akhir bulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan saat ini vaksinasi terus digenjot terutama di Bantul dan Gunungkidul, karena capaian vaksinasi di kedua daerah tersebut masih rendah. Vaksinasi tidak hanya dilakukan Pemda DIY dan pemerintah kabupaten namun juga dibantu oleh TNI-Polri dan pihak swasta.

BACA JUGA : Segini Capaian Vaksinasi Covid-19 di DIY

“Kita ingin mendorong Bantul itu banyak untuk vaksinasi massalnya,” kata Pembajun, di Kompleks Kepatihan, Selasa (21/9/2021).

Menurut Pembajun alasan Bantul masih rendah vaksinasinya karena pada awal-awal vaksinasi Bantul menginginkan pendaftaran vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi terlebih dahulu. Sementara daerah lain sudah mulai melakukan vaksinasi secara manual. Akhirnya berdampak pada percepatan vaksinasi.

“Teman-temannya [kabupaten dan kota lain] sudah maju terus, Bantul nututinya agak kangelan [kesusahan mengikuti],” ucap Pembajun.

Pembajun memaparkan capaian vaksinasi masing-masing kabupaten dan kota. Capaian vaksinasi di Kulonprogo mencapai 67% dosis pertama dan 24% untuk dosis kedua, kemudian Sleman 68,5% dosis pertama dan 33,4% dosis kedua, Bantul dosis pertama 54,9% dan dosis kedua 23,9%, Gunungkidul 58,7% dosis pertama dan 19,8% dosis kedua.  “Kota Jogja ini istimewa datanya 177 persen dosis pertamanya, dan dosis kedua 109 persen,” paparnya.

Saat ini berbagai pihak sudah turun tangan untuk mempercepat vaksinasi dan menargetkan bahwa capaian vaksinasi sampai akhir bulan ini 80%. Dia mengaku untuk stok vaksin masih cukup, bahkan belum lama ini dua kali pengiriman vaksin langsung dilakukan ke kabupaten dan kota tanpa melalui Pemda DIY.

Sehingga tidak adala alasan lagi capaian vaksinasi rendah karena tidak ada vaksin. Namun Pembajun memaklumi masih adanya beberapa warga yang ragu untuk vaksin sehingga menghambat vaksinasi. Selain itu hambatan lainnya adalah mobilitas lansia sehingga perlu vaksin jemput bola.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Ungkap Tingginya Peminat Vaksin Moderna

Capaian vaksinasi lansia bau 58,46 untuk dosis pertama dari total sasaran 472.852 orang. Sementara dosis kedua 37,68. Sementara sasaran lainnya sudah tinggi, kecuali remaja kaena vakainasinya belum lama diberlakukan.

“Lansia kan masih terhambat akses, transportasi, pendamping. Strateginya memang harus jemput bola akhirnya, mendekat ke mereka,” kata Pembajun. Vaksinasi jemput bola saat ini sedang dilakukan oleh petugas di kabupaten kota sampai ke kelurahan dan kalurahan.