Akselerasi Hilirisasi Kelautan dan Perikanan
Negara yang mampu bertahan memiliki struktur ekonomi domestik produktif, terdiversifikasi, dan mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah
Sejumlah lansia mengikuti skrining kesehatan sebelum mendapat vaksinasi, di GSP UGM, Minggu (21/3/2021). /Harian Jogja- Lugas Subarkah\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat capaian vaksinasi COVID-19 di daerah setempat untuk tahap pertama, hingga 20 September 2021 sudah mencapai 75,19 persen dari target sasaran sebanyak 2.879.699 orang.
"Sebanyak 2.165.302 atau 75,19 persen sudah mendapat dosis pertama. Untuk yang sudah dosis kedua sebanyak 1.020.042 atau 35,42 persen," kata Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol Setda DIY Ditya Nanaryo Aji di Yogyakarta, Selasa (21/9/2021).
Capaian vaksinasi untuk tenaga kesehatan, kata dia, telah mencapai 100 persen dari target sasaran, baik untuk dosis pertama maupun kedua.
BACA JUGA: Mirip ATM, Anjungan Dukcapil Mandiri di Kulonprogo untuk Pengurusan Dokumen Kependudukan
Sementara, capaian vaksinasi untuk pelayan publik dari total 334.754 sasaran, 789.295 (235,78 persen) mendapat dosis pertama dan 383.263 (114,49 persen) sudah dosis kedua.
Berikutnya untuk kategori sasaran vaksinasi penduduk lanjut usia dari target sasaran 472.852 orang, sebanyak 276.427 atau 58,46 persen sudah memperoleh dosis pertama dan 178.176 atau 37,68 persen sudah dosis kedua.
Adapun capaian vaksinasi untuk masyarakat umum, Ia melanjutkan dari total 1.726.698 target sasaran, sebanyak 971.030 (56,24 persen) sudah dosis pertama dan 365.892 (21,19 persen) sudah dosis kedua.
Untuk vaksinasi dengan target remaja ada 311.596 sasaran dengan capaian 78.902 (25,32 persen) mendapat dosis pertama dan 46.931 (15,06 persen) dosis kedua.
"Untuk vaksinasi dosis ketiga (booster untuk tenaga kesehatan) sudah mencakup 23.813 atau 70,45 persen," ujar Ditya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Negara yang mampu bertahan memiliki struktur ekonomi domestik produktif, terdiversifikasi, dan mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.
Nobar Piala Dunia 2026 di Teras Malioboro dipadati ratusan warga dan berdampak positif pada omzet UMKM yang meningkat hingga empat kali lipat.