Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Ilustrasi penelitian./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah mahasiswa UGM meneliti potensi Alga Coklat (Ecklonia cava) sebagai antiviral atau antivirus. Tumbuhan ini diketahui memiliki senyawa aktif yang bisa menghambat (menginhibisi) proses replikasi virus.
Ketua tim peneliti, Mumu Mujtahid Fatwa, mengatakan penelitian alga coklat sebagai antivirus berawal dari keprihatinan akan pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda, bahkan terus bermutasi dan memunculkan varian baru.
Sementara dari penelitian terdahulu pada tahun 2013 mengenai bahan alam Ecklonia ganggang coklat memiliki senyawa aktif yang dapat menginhibisi proses replikasi dikarenakan terjadi interaksi dengan enzim 3CL(Pro) dari virus SARS-CoV. “Kami melakukan penelitian dengan simulasi interaksi senyawa aktif alga coklat dengan protein Covid-19 dengan metode docking,” ujarnya, Rabu (22/9).
Mumu mengerjakan penelitian ini bersama dengan rekan satu fakultasnya di MIPA UGM yakni Lusiana Dwi Setiya Rini, Anadea Salsabilla Rahma serta Kintan. “Mengetahui terjadi persamaan susunan enzim dari SARS-CoV dengan SARS-CoV-2, kami melakukan studi interaksi senyawa aktif dari Ecklonia cava dengan protein target SARS-CoV-2 menggunakan metode molecular docking,” katanya.
BACA JUGA: Update Covid-19 DIY 22 September: Kasus Terbanyak dari Bantul
Metode ini dipilih karena dapat memrediksi efektivitas interaksi molekul secara komputasi. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko kegagalan dan biaya yang diperlukan lebih sedikit. Alga coklat yang keberadaannya cukup melimpah di Indonesia ini telah diidentifikasi sebagai sumber senyawa bioaktif yang beragam dan memiliki potensi yang baik dalam bidang farmasi serta biomedis.
Alga jenis ini banyak diteliti karena efek medisinal dari komponen aktifnya yang meliputi carotenoid, fucoidan, dan phlorotannin. Setelah mengelompokkan beberapa senyawa aktif dari bahan tersebut sesuai dengan potensi inhibisi, diperoleh tiga kandidat yaitu eckol, 2-phloroeckol, dan dieckol yang digunakan dalam proses interaksi dengan protein target menggunakan metode molecular docking.
Hasil menunjukkan bahwa interaksi molecular docking molekul berhasil dilakukan dalam menghambat protein target 3CLPro SARS-CoV-2 dengan ligan kandidat yang meliputi eckol, 2-phloroeckol, dan dieckol menunjukkan afinitas tinggi terhadap binding pocket 3CLprotease SARS-CoV-2.
Free binding energy minimum yang diperoleh dari hasil redocking meliputi, -3,15 kkal/mol; -4,80; dan -6,94 kkal/mol. Dieckol memiliki free binding energy minimum, yaitu -6,94 kkal/mol, sehingga dapat dijadikan obat yang memiliki kesesuian dengan obat antiviral dan antimalaria.
“Dieckol memiliki aktivitas inhibisi yang sangat baik, bukan hanya itu kami pun melakukan analisis dengan melakukan penyesuaian ikatan yang terlibat dengan obat antiviral dan anti malaria yang ada. Terjadi kemiripan yang merepresentasikan bahwa senyawa aktif tersebut dapat diteliti lebih lanjut dengan menguji pre-klinis dalam memantau aktivitas inhibisi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.