Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jenazah Ki Bayu Sugati diantarkan dari rumah duka menuju makam, Selasa (28/9/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN--Ratusan pelayat menghadiri pemakaman dalang Ki Bayu Sidok Supriyadi atau yang dikenal dengan Ki Bayu Sugati, di kediamannya, Dusun Pajangan, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Selasa (28/9/2021).
Para pelayat merupakan keluarga, teman sesama seniman, dan sejumlah pejabat Pemkab Sleman termasuk Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dan Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara.
Jenazah dimakamkan pukul 11.10, berangkat dari rumah duka menuju Makam Agung Kastubo Mulyo, di Dusun Pajangan. Isak tangis keluarga mengiringi pelepasan jenazah ke makam.
Salah satu kerabat yang juga pelawak, Bambang Rabies, hadir di rumah duka. Bambang Rabies merupakan kakak sepupu Ki Bayu Sugati. Keduanya merupakan anak dari dua dalang bersaudara kenamaan gaya Yogyakarta, Ki Sugito dan Ki Sugati.
Ia menuturkan Ki Bayu mulai sakit sejak tiga bulan terakhir, hingga harus bolak-balik rumah sakit. "Saya nunggoni tapi tidak dari dekat. Saya tanyai pie, katanya lara banget," ujarnya.
Ki Bayu telah menemukan bakatnya sejak SD, dengan sering mengisi pertunjukan lawak di sekolahnya. Kemudian sejak sekitar 1982, Ki Bayu sudah sering melawak dengan mengajak Bambang Rabies.
Ki Bayu terus mengembangkan bakatnya, merambah seni pedalangan dan ketoprak. Hingga sebelum tutup usia Ki Bayu tetap aktif mendalang dan bermain ketoprak. "Kalau di ketoprak saya yang ndhagel, Bayu yang jadi roll, lakonnya," katanya.
Bakat seni Ki Bayu diturunkan ke anaknya. Semenjak kondisi kesehatannya menurun, tugas Ki Bayu untuk mendalang sering digantikan anaknya, yang tentu saja atas persetujuan penanggap.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, mengatakan sangat kehilangan seniman yang melanjutkan trah Gito-Gati. "Ki Bayu sangat berpengaruh dan kami sangat kehilangan," katanya.
Ki Bayu menurutnya aktif bersama istrinya yang menjadi dukuh, dalam mengembangkan seni dan budaya di lingkungannya. "Selalu membantu kami dalam pelestarian kebudayaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest