Bupati Kulonprogo, Sutedjo saat melakukan soft opening operasional SPBU Aport Hub Kulonprogo di Kapanewon Temon, Jumat (29/10/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Realisasi investasi triwulan III 2021 di Kabupaten Kulonprogo mengalami kenaikan. Pada Juli, Agustus dan September, realisasi investasi tercatat mencapai Rp83,1 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan realisasi investasi pada triwulan II yang tercatat sebanyak Rp 52,5 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulonprogo, Agung Kurniawan mengatakan realisasi investasi pada triwulan ketiga mencapai Rp83,1 miliar. “Sektor yang cukup besar untuk investasi atau penanaman modal yakni sektor stasiun pengisian bahan bakar umum [SPBU], perhotelan, peternakan dan farmasi,” katanya, Jumat (29/10/2021).
Diakui Agung, jika dibandingkan pada triwulan kedua, angka realisasi pada triwulan ketiga 2021 terdapat perbedaaan. “Adanya pandemi dan pemberlakukan PPKM cukup berpengaruh terhadap kegiatan penanaman modal. Hal ini tak hanya terjadi di Kulonprogo, tetapi seluruh wilayah di Indonesia,” katanya. Dia berharap iklim investasi di Kulonprogo, termasuk pertumbuhan ekonomi terus meningkat.
“Harapannya tentu grafiknya naik terus. Angka realisasi investasi ini tidak sebesar ketika ada pembangunan bandara. Namun dengan adanya bandara dan operasional yang maksimal, kegiatan investasi diharapkan semakin besar sehingga pertumbuhan ekonomi ikut terangkat,” ujarnya.
Salah satu sektor yang menyumbang angka investasi tinggi di Kulonprogo, yakni sektor SPBU. Pada Jumat, Bupati Kulonprogo, Sutedjo melakukan soft opening operasional SPBU Aport Hub Kulonprogo di Kapanewon Temon. “Dengan kehadiran SPBU ini diharapkan perekonomian dan pembangunan di Kulonprogo bisa semakin berkembang. Semoga masyarakat bisa memanfaatkan kehadiran SPBU ini karena lokasinya strategis di dekat bandara dan jalan nasional. Ini salah satu bentuk investasi yang diharapkan bisa diikuti oleh investor lainnya. Harapan kami karena konsepnya rest area, fasilitas lain seperti hotel, restoran, tempat oleh-oleh hingga penjualan produk UMKM segera dibuka agar masyarakat bisa menikmati,” ujar Bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.