Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Para tersangka dan barang bukti senjata tajam yang diamankan polisi dari tawuran dua geng pelajar di Bantul/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul akan mendata dan memetakan geng-geng yang ada di sekolah. Setelah terpetakan kemudian akan membubarkannya. Pemetaan dan upaya pembubaran ini merupakan buntut dari adanya tawuran dua geng sekolah yang menewaskan satu orang dan melukai lainnya, yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Nanti kalau sudah terpetakan akan kita panggil semua, termasuk ketuanya, dan sekolah kita perankan agar setidaknya geng ini bisa kita bubarkan. Karena lebih banyak mudaratnya daripada hal positifnya,” kata Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, Selasa (9/11/2021).
Ihsan mengatakan hampir di tiap sekolah ada gengnya terutama sekolah menengah. Karena itu ia sudah memerintahkan Kepala Satuan Intelkam untuk melakukan pendataan ke sekolah-sekolah, meskipun agak seulit karena keberadaan geng sekolah tidak berkaitan dengan organisasi sekolah karena berada di luar sekolah.
Namun baginya pendataan perlu dilakukan agar tidak menimbulkan hal-hal yang negatif seperti tawuran dan kenakalan remaja lainnya. Ihsan juga meminta pembenahan geng sekolah dan penanganan kenakalan remaja bukan hanya menjadi tugas kepolisian, namun juga orang tua dan guru.
Kepada orang tua, Ihsan meminta untuk selalu mengawasi anak-anaknya saat tidak ada di rumah. Demikian juga pihak sekolah dalam hal tersebut guru agar bisa berkomunikasi dengan siswa supaya siswa tidak terlibat dengan geng, “Saya minta pihak sekolah dan orang tua berperan dalam menertibkan geng-geng ini, meskipun agak sulit karena keberdaan geng ini di luar sekolah,” ucap Ihsan.
Lebih lanjut Kapolres mengatakan biasanya geng-geng sekolah tersebut ke luar pada malam hari dan janjian untuk nongkrong di tempat tertentu, karena itu jajarannya akan menggiatkan patroli di malam hari terutama pada malam Sabtu dan malam Minggu di lokasi-lokasi yang rawan terjadinya tawuran. Ihsan tidak menyebut mana saja lokasi rawan tawuran, namun patroli akan digencarkan terutama di sepanjang Ringroad yang masuk Bantul.
“Makanya kita tiap sabtu pekan gelar patroli, kami sisir Ringroad untuk memastikan remaja tidak berkumpul. Kalau sudah berkumpul pasti niat untuk ribut pasti ada apalagi bawa sajam tinggal nunggu lawan saja,” ucap Ihsan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.