McLaren Tegaskan Tak Takut Kehilangan Piastri dan Norris
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan akan menerapkan aturan ketat terkait dengan penerapan protokol kesehatan di objek wisata saat libur natal dan tahun baru. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan pasien Covid-19 usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pengetatan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata dan tempat yang banyak dikunjungi orang dilakukan sesuai dengan permintaan dari MenKo Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan agar daerah mulai menyiapkan diri terkait libur natal dan tahun baru.
"Kami perketat prokes di tempat wisata dan tempat yang banyak dikunjungi orang. Hotel kami minta pakai aplikasi Peduli Lindungi. Di samping itu, jumlah mereka yang di lobi dan lift harus dibatasi," katanya, Kamis (11/11/2021).
Selain itu, Aji mengungkapkan, pihaknya juga telah meminta Satpol PP dan satgas Covid-19 di tingkat kabupaten hingga kalurahan untuk meningkatkan pengawasan terkait adanya kerumunan di wilayahnya. "Kami juga minta mereka untuk lakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan masyarakat, seperti hajatan. Jangan sampai muncul klaster baru," kata Aji.
BACA JUGA: Dipastikan Tidak Out dari PSS, Dejan Berterima Kasih kepada Suporter
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja mengakui jika selama PPKM level 2, tempat wisata di DIY sudah banyak dikunjungi. Sejauh ini, sudah ada 135 tempat wisata di DIY yang telah buka dan menerapkan Aplikasi PeduliLindungi dan pihaknya melihat wisatawan telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tempat wisata.
"Untuk kapasitas tempat wisata tetap mengacu kebijakan yakni 25 persen dari total kapasitas yang ada. Untuk penegakan protokol kesehatan menjadi kewenangan dari Satpol PP yang akan melakukan teguran dan tindakan tegas," katanya.
Terpisah, Kepala Satpol PP DIY Noviar Rohmad mengatakan, dari pemantauannya saat ini memang ada peningkatan pelanggaran penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Hal itu terlihat dengan masih banyaknya kerumunan dan tidak memakai masker. Bahkan, pihaknya mencatat jika di akhir pekan angka pelanggaran bisa mencapai 1.000 orang. Sedabgkan di hari biasa, pelanggaran protokol kesehatan biasa terjadi di kafe.
"Untuk itu kami hanya bisa mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Jika kami menemukan yang tak pakai masker, maka kami bagikan masker kepada mereka," ucap Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.