Starting XI Dewa United vs PSS Sleman, Pedro Caracoci Debut
PSS Sleman menurunkan Pedro Caracoci sebagai starter melawan Dewa United. Fachruddin dan Kevin Gomes juga masuk starting XI Super Elja.
Potret terkni pembangunan Pendopo Parasamya dan lift di Komplek Kantor Bupati Bantul pada pekan lalu./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Dua pembangunan penting di Kompleks Kantor Bupati Bantul mulai memasuki tahap akhir. Pendopo Parasamya salah satunya, pasca keropos karena kotoran kelelawar, pembangunannya kini didesain menangkal kerusakan tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul, Bobot Ariffi Aidin menjelaskan tingkat keamanan Pendopo Parasamya sebelum direnovasi ada di bawah 50 persen. Kerusakan disebabkan korosi yang timbul akibat kotoran kelelawar yang bermukim di dalam atap pendopo.
"Kemarin sudah kita upayakan supaya kelelawar tidak bisa masuk lagi. Tetapi mungkin masih mencari apakah ada teknologi yang menjadikan kelelawar tidak disitu," tuturnya pada Senin (21/11/2021)
Meski telah berupaya mengakali lubang-lubang yang berpotensi masuk kelelawar, Bobot masih gamang bila mamalia terbang tersebut bisa masuk melalui celah-celah kecil bangunan sekalipun. "Tapi yang jelas kita mengambalikan bangunan sesuai dengan konstruksinya," ujarnya.
"Kalau yang terkait dengan kelelawar sebenarnya kemarin kita juga sudah mencoba mengantisipasi, memasang lapisan di area atap. Itu harapannya agar kelelawar tidak masuk. Tapi namanya hewan terbang bebas, lubang kecil aja masuk, masuk selipannya genteng aja juga bisa," tambahnya.
Secara fisik, Bobot menyebutkan pembangunan Pendopo Parasamya kini memasuki tahap pembersihan akhir. "Ini prosesnya finishing terus pembersihan. Nanti setelah kita cek nanti ada penyerahan pertama, setelah penyerahan mungkin nanti sudah bisa dipakai," tandasnya.
Baca juga: PKB Ogah Pinang Ganjar Pranowo, Ini Alasannya
Beralih ke proyek lainnya, pembangunan lift di Gedung Induk Kompleks Kantor Bupati Bantul pun kini tinggal menunggu kedatangan unit lift. Bangunan luar lift saat ini disebutkan Bobot telah selesai dibangun. "Tinggal menunggu mesin lift-nya, kalau yang bangunan luarnya sudah siap," ungkapnya.
Kedatangan lift dijadwalkan sampai di Kompleks Kantor Bupati pada pekan ini. Bila sesuai rencana paling tidak Desember nanti proyek lift di Gedung Induk Kompleks Kantor Bupati Bantul ditargetkan rampung.
"Kalau sesuai rencana mungkin pekan ini [datang] mudah-mudahan tidak ada kendala. Kemudian nanti proses pemasangan kira-kira paling lama dua sampai tiga pekan. Sehingga bulan Desember mudah-mudahan sudah selesai," tandas Bobot.
Ramah Difabel
Sebelumnya Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis menyampaikan bahwa alasan pembangunan lift karena Bantul merupakan kabupaten ramah difabel. "Sehingga pada saatnya nanti melakukan rapat koordinasi dengan mengundang mereka [penyandang difabel] tidak akan terjadi kesulitan akses menuju lantai dua dan tiga, karena lift disediakan," tuturnya.
Teknologi lift dinilai Helmi lebih bisa diimplementasikan dibandingkan pembangunan ram yang memerlukan banyak ruang. "Untuk membangun itu [ram] untuk lantai dua dibuat seberapa kemiringannya membutuhkan ruang yang cukup banyak. Sehingga dengan lift ini bisa memecahkan masalah," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menurunkan Pedro Caracoci sebagai starter melawan Dewa United. Fachruddin dan Kevin Gomes juga masuk starting XI Super Elja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.