Sulit Menikmati Uang Meski Sudah Mapan? Mungkin Ini Penyebabnya
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY memertimbangkan untuk menutup kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini berjalan.
Hal ini menyusul kian banyaknya siswa dan guru di DIY positif Covid-19 usai dilakukan swab PCR acak. Akibat banyaknya siswa dan guru yang terjaring positif Covid-19 dalam swab PCR acak, DIY tercatat menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 79 pasien, Kamis (25/11/2021).
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, tercatatnya DIY sebagai penyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 79 pasien, Kamis (25/11/2021), membuat pihaknya prihatin. Sejumlah langkah harus segera dilakukan untuk mencegah angka Covid-19 terus bertambah.
"Jika kondisinya seperti ini [kasus Covid-19 terus naik ] nantinya sangat mungkin kita akan off [pembelajaran tatap muka] lagi," katanya, Jumat (26/11/2021).
BACA JUGA: Beri Uang ke Manusia Silver, Tiga Warga Sleman Didenda Rp50.000
Aji mengaku opsi untuk kembali menerapkan pembelajaran daring ditempuh karena pihaknya tidak ingin ambil risiko terkait penularan Covid-19. Di mana, jika awalnya penularan terjadi untuk orang dewasa saat ini akan merembet ke anak sekolah.
"Untuk itu kami harus hati-hati betul. Tadi saya sudah minta dilakukan evaluasi sampel di sekolah. Apakah salah prosedur? Dan tidak bisa diupayakan lagi? Jika itu yang terjadi ya kita off lagi," sambung Aji.
Selain itu, Aji juga meminta kepada sekolah untuk menanyakan kepada orang tua siswa, terkait jam kepulangan anak mereka. Sebab, jika siswa sampai di rumah lama, sangat mungkin mereka yang pulang dari sekolah tidak langsung ke rumah mereka.
" Dan, kemungkinan dapatnya [tertular Covid-19 ]saat pergi kemana dulu. Kalau seperti itu, apa yang akan dilakukan? Sekolah sudah siap, rumah sudah siap, tapi anak-anak tidak pulang, nah ini yang jadi PR orang tua. Bahwa anak harus pulang tepat waktu," papar Aji.
Sementara data di Disdikpora DIY mencatat ada ratusan siswa sekolah di berbagai kabupaten/kota se-DIY positif Covid-19 setelah dilakukan swab PCR acak mulai pertengahan November 2021.
Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Sleman Priyo Santoso mengatakan, ada 19 siswa dan seorang guru terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukan swab PCR acak di SMKN 1 Tempel, SMAN 1 Cangkringan, SMAN 1 Seyegan, dan SMAN 1 Pakem, 24 November lalu.
Alhasil, pihaknya menutup kegiatan PTM di 4 sekolah tersebut. Kegiatan pembelajaran dialihkan ke daring selama dua pekan.
"Tes sendiri akan terus kami lakukan. Sejauh ini baru 6 sekolah, ada 43 sekolah (SMA/SMK) yang kami ambil sampel," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
RSUD Manggarai rusak akibat gempa M7,7. BNPB menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal untuk menjaga layanan kesehatan.
Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah.
BNPB mencatat 53 orang meninggal dan 137 terluka akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 5.659 warga mengungsi hingga Minggu.
Menko Polkam Djamari Chaniago mengajak masyarakat menjaga perdamaian Aceh dan kondusivitas Papua serta menyampaikan aspirasi secara damai
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman