Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO -- Kasus positif peserta didik yang menjalani Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Jogja berjumlah 26 anak. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya tujuh peserta didik pada Jumat (26/11/2021).
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan penyebaran 26 kasus tersebut tidak sampai di sepuluh sekolah. Namun semuanya tersebar di tingkat SD, SMP, dan SMA. Kasus terbanyak di satu sekolah berjumlah enam peserta didik, namun berada di kelas yang berbeda.
BACA JUGA : Update 3 November 2021: Covid-19 di Jogja Melonjak Lagi
Temuan ini berasal dari skrining acak yang dilakukan Pemerintah Kota Jogja pada 17 sekolah dengan jumlah 2.079 peserta didik.
"Dari tracing kontak erat, baik satu kelas maupun orang tua, hasilnya negatif semua. Tidak didapatkan sebaran positif menular di kelas maupun keluarganya. Artinya tidak ada klaster," kata Heroe, Senin (29/11).
Terkait dengan asal muasal sebaran kasus, Heroe belum bisa mengidentifikasinya. Seluruh kasus tergolong tanpa gejala. "Pertanyaanya, apakah ini namanya herd immunity? Saat masyarakat tidak butuh bantuan kesehatan meski saat dites positif? Atau herd immunity saat tidak ada sebaran lagi? Makanya saya berharap teman-teman ahli, untuk bisa mengkaji masa-masa kita saat ini," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.
Sejauh ini belum ada rencana menghentikan PTM. Heroe mengatakan perlu tahu terlebih dahulu akar masalahnya. Tidak bisa ambil kebijakan tanpa tahu apa yang menjadi dasar masalahnya. "Di kota saat ada kasus muncul, kelas itu langsung kami hentikan, kelas lain masih jalan," kata Heroe.
BACA JUGA : Corona di Jogja Hari Ini Meroket Lagi, Tertinggi se-Indonesia
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Jogja, Budi Santoso Asrori, kelas yang terdapat kasus positif akan dihentikan PTM-nya sementara. Hal ini untuk kepentingan tracing. "Kami hentikan selama lima hari," kata Budi.
Setelah peserta didik yang positif sudah negatif, maka dia bisa kembali mengikuti PTM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar