Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 6 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan perhatian khusus dibutuhkan oleh anak agar tidak terlibat klithih. HB X menyinggung soal keberadaan lembaga lawas Prayuwana yang khusus menangani kenakalan remaja.
HB X menceritakan saat masih kecil ada lembaga khusus yang menangani anak nakal terutama jika orang tua sudah tidak mampu lagi mendidik. Lembaga ini disebut dengan istilah Prayuwana. Namun HB X belum dapat menyimpulkan apakah lembaga jenis ini dibutuhkan atau tidak mengingat saat ini sudah cukup banyak wadah serupa.
"Dulu waktu saya kecil, kalau di Alun-Alun Kidul, Kaliurang Tlogo Putri, itu ada tempat pendidikan anak nakal, di mana kalau orang tua kewalahan itu diserahkan pada Provinsi untuk dibina dididik dulu ada, namanya Prayuwono. Itu untuk anak yang orang tuanya tidak mampu lagi. Saya tidak tahu apakah kondisi sekarang masih [bisa diberlakukan atau tidak]," kata Sultan di sela-sela kegiatan di Kantor BPK Perwakilan DIY, Rabu (29/12/2021).
BACA JUGA: Ban Baru Terasa Licin, Ini Sebab & Cara Mengatasinya
Sultan menyadari, klithih butuh penanganan khusus dengan melibatkan berbagai pihak. Jika tidak maka akan semakin banyak anak yang belum cukup umur namun terlibat pidana.
"Kalau enggak nanti akhirnya anak-anak belum umur tetapi bicaranya pidana semua, pelanggaran hukum. Ini yang kami masih mendialogkan lebih jauh," katanya.
Ia menyatakan berbeda dengan zaman dahulu, kondisi anak saat ini butuh pengawasan ekstra dan memberikan perhatian. Dengan memberikan perhatian maka orang dewasa akan mudah masuk ke ruang-ruang aktivitas anak tersebut.
Sultan mengutarakan pengalamannya membentuk lembaga konsultan kenakalan anak. Menurutnya dialog dalam penyelesaian itu sangat dibutuhkan dengan melibatkan semua anggota keluarga
"Saya punya pengalaman kami bentuk satu lembaga konsultan utlntuk mengatasi kenakalan anak, tetapi akhirnya kita harus bicara dengan orangtua, saudara kalau dia punya kakak adik. Jadi semua itu harus kita kumpulkan, kita berikan pemahaman untuk dialog," ucapnya.
HB X mengatakan penyelesaian itu memang tidak mudah. Apalagi butuh biaya yang tidak sedikit. "Ya memang tidak mudah, kalau seperti ini, kalau satu keluarga nanti 10 orang klithih kan berarti 10 kepala keluarga. Tetapi memerlukan biaya waktu itu, begini Rp3 juta sampai Rp4 juta menangani satu keluarga itu, bagi saya itu terlalu mahal," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
BMKG memprediksi kemarau di Jateng selatan, khususnya Cilacap, berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026 akibat El Nino sangat kuat.
Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada 10 September 2026. Status Level III Siaga, simak data erupsi dan imbauan PVMBG.
Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menambah nomor half marathon 21K. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pelari dari luar DIY.
Kenali gejala keracunan makanan, cara pertolongan pertama, tanda dehidrasi, hingga kondisi yang mengharuskan penderita ke dokter.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memberikan apresiasi khusus kepada nasabah dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026