Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah tak ingin berdiam diri saat melihat pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dinas Koperasi UKM Gunungkidul menyebut sekitar 21.688 pelaku usaha yang mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp1,2 juta.
Sekretaris Dinas Koperiasi UKM Gunungidul, Sih Supriyana mengatakan bantuan untuk pelaku usaha yang terdampak Covid-19 pada 2020 ada sekitar 18.000 pelaku usaha. Sedangkan pada 2021 ada 3.688 pelaku usaha yang mendapatkan BPUM dari Pemerintah Pusat.
Ia menyebut proses pencairan dilakukan langsung melalui transfer bank. “Jadi memang kami hanya diberikan pemberitahuan terkait dengan pelaku usaha yang mendapatkan bantuan. Tetapi, untuk pencairan kami tidak mengetahuinya,” katanya, Rabu (29/12).
Bantuan bagi pelaku usaha yang terdampak Covid-19 tidak hanya berasal dari Pemerintah Pusat. Melainkan, ada juga bantuan dari Pemda DIY. Total ada 832 pemilik usaha yang tergabung dalam asosiasi, sentra usaha hingga forum komunikasi mendapatkan bantuan sebesar Rp1,2 juta.
Selain itu ada juga Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemda DIY untuk koperasi. Pada awalnya ada 135 koperasi yang mengajukan tetapi yang disetujui hanya ada 16 koperasi.
Total BKK yang diberikan sebesar Rp2,05 miliar. Adapun besaran yang diterima setiap koperasi bervariasi mulai Rp25 juta hingga Rp250 juta. Diharapkan bantuan ini digunakan untuk program kredit lunak bagi anggotanya, dengan ketentuan bunga yang dipatok tidak boleh melebihi 3% setiap tahunnya. “Ini sudah dicairkan,” katanya.
Disinggung mengenai jumlah UKM di Gunungkidul, Sih Supriyana mengatakan ada sekitar 23.000 unit. Usaha yang dilakukan bervariasi mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan hingga usaha perdagangan.
Dia pun mengakui selama pandemi hampir semua UKM ikut terdampak karena hanya segelintir yang bisa berjalan dengan baik. Salah satunya, kegiatan usaha herbal di Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari. “Yang lainnya mengeluh karena usaha tidak jalan. Contohnya ada perajin topeng yang harus alif pekerjaan karena usahanya tidak jalan karena terdampak pandemi,” ujarnya.
Meski demikian, pada saat sekarang sudah mulai berjalan. Dinas Koperasi UKM Gunungkidul pun berkomitmen memberikan pendampingan dan pelatihan. Selain itu, ada juga bantuan promosi melalui aplikasi resmi yang dimiliki Pemkab Gunungkidul maupun Pemda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.