Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Petugas SAR memantau kawasan Pantai Glagah menyusul tenggelamnya empat wisatawan di Sungai Serang yang bermuara ke pantai/Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO--Petugas SAR Kulonprogo menceritakan kronologi kejadian nahas tenggelamnya empat wisatawan di Sungai Serang.
Empat wisatawan tenggelam di Sungai Serang kawasan Pantai Glagah, Kulonprogo, Rabu (5/1/2022) sore. Dua selamat, satu meninggal dunia dan satu korban lainnya hilang.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Kejadian itu menimpa empat wisatawan yakni Radinka Putri , 9; Ismadi, 47; Fatih Deandra Auliaska , 16; dan Zulfa Ulil Absa, 16. Keempatnya merupakan warga warga Pusporenggo, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah.
Awalnya sekitar pukul 15.00 WIB, rombongan korban berjumlah 15 orang tiba di Pantai Glagah. Setiba di Pantai Glagah mereka langsung bermain air di muara Sungai Serang yang masuk kawasan Pantai Glagah.
BACA JUGA: Kiai Ponpes di Kulonprogo Diduga Cabuli Santri, Begini Respons Kemenag DIY
Keempat korban tenggelam kemudian menyeberang ke arah timur muara. Setelah sampai di sebelah timur, beberapa saat sekitar pukul 17.30. WIB kemudian korban ingin balik menyeberang ke barat. Nahsanya saat itu air sudah tinggi dan arus juga deras bergerak ke arah utara.
Akibatnya ke empat korban terseret arus. Korban atas nama Ismandi, dan Zulfa Ulil Absa berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sedangkan korban atas nama Fatih Deandra Auliaska ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Adapun satu korban lainnya yakni Radinka Putri masih dalam pencarian.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, membenarkan kejadian itu. "Empat korban hanyut, dua selamat atas nama Ismandi dan Zulfa. Korban meninggal dunia di tempat kejadian atas nama Fatih dan satu korban atas nama Radinka masih dalam tahap pencarian. Semuanya masih satu keluarga," kata Aris kepada Harianjogja.com, Rabu petang.
Aris menceritakan, petugas sejatinya sudah memberi peringatan ke wisatawan untuk tidak menyeberang ke sisi timur, namun imbauan petugas tidak diindahkan.
Dikatakannya, saat keempat wisatawan itu menyeberang ke sisi timur, air sungai tengah surut. Namun setelahs ampai di sisi timur, air tiba-tiba meninggi. Nahasnya keempat wisatawan itu tetap memaksa menyeberang saat air tengah meninggi dan mengalir deras. Akibatnya keempatnya terseret arus.
"Saat keempatnya menyeberang posisi air memang sedang surut, namun sesampainya di sisi timur muara air kemudian naik dan keempatnya memaksa untuk balik," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.