Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Baliho ambruk di Concat, Sleman/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN-Baliho setinggi 22 meter yang ambruk di simpang empat jalan Affandi-Ring Road Utara, Kalurahan Condongcatur (Concat), Kapanewon Depok pada Rabu (12/1/2022) siang ternyata tidak berizin alias ilegal. Pemkab Sleman pun memberi peringatan kepada pemilik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Taufik Wahyudi, menjelaskan baliho yang berukuran 10X5 meter ini tidak berizin dan baru berdiri sekitar tiga bulan. “Iya benar tidak berizin. Itu kan baru berdiri tiga bulanan,” ujarnya, Kamis (13/1/2022).
Dalam pendirian baliho, semestinya pemilik mengajukan izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Sleman, yang kemudian akan mendapat instruksi konstruksi dari DPUPKP Sleman dan keluar rekomendasi teknis.
Dengan tidak adanya izin pada baliho ambruk tersebut, maka pihaknya akan memberi peringatan kepada pemilik. Kemudian jika pemilik akan mendirikan kembali balihonya, pemilik harus mengajukan izin dan dikenai tarif pajak.
Tanpa perizinan dari instansi terkait, ia memastikan kelayakan konstruksi baliho tidak terpantau karena tidak ada pengecekan. “Kemaren sudah kami awasi, kami kan tahunya sudah dua-tiga bulan itu ya. Kami mau mencari orangnya belum ketemu siapa yang punya,” ungkapnya.
Baliho tersebut kata dia, belum ada materinya ketika didirikan dan baru terisi beberapa hari belakangan, sehingga mempersulit pencarian pemiliknya.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Perangkat APILL
“Kalau dia sambungannya benar ya masuk. Sambungannya yang tidak benar. Tiang dudukannya itu dengan tiang utama itu kan ada baut-baut, itu kan dibaut-baut, itu yang lemah. Makanya kalau dia izin nanti kami cek kan, benar atau tidak konstruksinya,” kata dia.
Untuk baliho yang sudah berizin, pengecekan dilakukan di awal pemasangan. Izin baliho memiliki jangka waktu lima tahun. Sehingga jika sudah lewat lima tahun dan ada pengajuan izin lagi, maka akan dicek kembali konstruksinya.
Ia juga memastikan Pemkab Sleman juga sebenarnya sudah rutin merazia baliho yang tidak berizin. Kepada pemilik diberikan surat peringatan. Jika sampai tiga kali tidak mengurus izin maka baliho akan dibongkar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.