Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Truk terjebak lahar di Sungai Boyong, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, lereng Merapi, Sleman, Kamis (3/2/2022)./Istimewa BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—24 truk penambang pasir terjebak di Sungai Boyong, di Lereng Turgo, kawasan Purwobinangun, Pakem, Sleman, setelah hujan deras di sekitar lereng Merapi mengakibatkan meluapnya aliran sungai, Kamis (3/2/2022) siang.
Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi di lereng atas Merapi arah aliran sungai boyong ini menyebabkan aliran lahar sekitar pukul 12.30 WIB.
BACA JUGA: Ngeri! Ini Foto-Foto Imbas Hujan Badai di Jogja dan Sleman
Di waktu bersamaan, jalur truk penambang pasir yang hanya satu sedang terjadi antrean panjang lantaran ada truk yang mengalami kerusakan as. “Tidak ada korban. Awak truk sudah lari semua meninggalkan truk,” ujarnya.
TRC dan Sarlinmas langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi manual tak lama kemudian. Evakuasi dilakukan setelah aliran air mulai berkurang. Truk, kata dia, rata-rata terjebak lahar di kedalaman sekitar satu meter.
“Kalau butuh alat berat nanti yang punya alat berat siapa, nanti komunikasi dengan PU [Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman], mungkin yang punya alat berat untuk membantu evakuasi atau mungkin dengan rekan-rekan yang punya crane,” katanya.
Ia mengimbau para penambang untuk lebih waspada, apalagi Gunung Merapi sedang erupsi dan cuaca ekstrem muncul seperti saat ini. “Kalau mau mengais rezeki lewat Merapi harus waspada betul. Kalau yang ditamoni lagi enggak mau ditamoni baru mengeluarkan awan panas, baru gede-gede luncuran lava, hujan deras di atas, itu mbok nyingkir dulu,” ujarnya.
BACA JUGA: Hujan Es Guyur Kawasan Utara Tugu Jogja, Hujan Angin Terjang Sleman
Ia juga berharap dioptimalkannya fungsi paguyuban penambang yang dikoordinasi oleh masyarakat setempat. Melalui radio komunikasi, harus ada yang memantau kondisi di atas. Hal ini kata dia, sudah disampaikan Pemkab Sleman kepada para penambang.
“Kemudian kalau hujan deras di lereng Merapi ya nyingkir dulu, naik dulu semua. Tidak serta merta ngeyel \'udane biasa\', enggak boleh. Kita kan enggak tau seperti apa di atas, kita harus lihat situasi dulu. Jangan memaksakan kehendak,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Dishub Jogja menjaring 24 kendaraan dalam operasi gabungan di Jalan Bantul. Mayoritas pelanggaran terkait masa berlaku uji KIR.
Jalur pendakian Gunung Raung Banyuwangi ditutup sementara setelah kebakaran sekitar setengah hektare terjadi di kawasan puncak.
Kota Magelang memperkuat program DEKSI untuk menghadapi risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan melibatkan kelurahan dan masyarakat.
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Prabowo meminta karhutla segera dipadamkan sekaligus memastikan masyarakat terlindungi dan orangutan Kalimantan yang terdampak diselamatkan.