Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Siswa SMKN 1 Bantul mulai menjalani pembelajaran tatap muka terbatas dengan serangkaian prokes ketat mulai Senin (19/4/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan pelaksanaan sekolah tatap muka tetap dijalankan meski ada kasus penularan corona di sekolah. Hingga sekarang sudah ada belasan sekolah yang ditemukan kasus penularanan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno mengatakan, kebijakan pembelajaran masih mengacu pada instruksi bupati untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Pertemuan di sekolah masih dilaksanakan hingga sekarang, meski ditemukan sejumlah kasus penularan di satuan pendidikan.
“Tatap muka masih berjalan. Untuk balik ke pembelajaran jarak jauh atau daring masih menunggu kebijakan lanjutan dari Gubernur dan Bupati,” katanya kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).
Meski tidak menyebutkan jumlah secara pasti, Winarno mengakui sudah banyak siswa sekolah maupun TK yang terpapar corona. Konsekuensi dari temuan kasus ini, maka pelaksanaan tatap muka dihentikan dan diganti dengan pembelajaran secara daring. “Jumlahnya terus berubah karena sesuai dengan perkembangan kasus yang terjadi. Misal ada kasus, sekolah ditutup, nanti kalau sudah normal tatap muka kembali dilakukan,” katanya.
Baca juga: Sudah PTM 50 Persen, Corona Tetap Meluas! DPRD Jogja Desak Sekolah Tatap Muka Dihentikan
Dia menjelaskan, hingga sekarang ada beberapa sekolah yang kembali menggelar pembelajaran jarak jauh. Sebagai contoh di Kapanewon atau Kecamatan Wonosari ada satu SD dan TK yang menghentikan tatap muka di sekolah.
Penutupan sekolah juga terlihat di kapanewon lainnya. Di Kapanewon Tepus ada dua SD; Kapanewon Nglipar tiga TK; Kapenwon Playen satu SD; Kapanewon Ngawen ada enam TK. Selain itu, ada juga penutupan satu TK di Kapanewon Gedangsari; di Kapanewon Ponjong ada satu TK dan di Kapanewon Karangmojo ada satu SMP yang ditutup karena penularan virus corona.
“Dari data ini, penularan banyak terjadi di lingkungan TK. Apabila ada siswa atau guru yang terpapar, maka di sekolah yang bersangkutan harus menggelar pembelajaran jarak jauh,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, ancaman virus corona harus terus diwaspadai karena potensi penularan masih tinggi. Dia meminta kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus.
“Hal sama juga harus dilakukan di lingkungan sekolah. Disiplin protokol kesehatan penting untuk mencegah penularan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.