Kebanyakan Pasien Covid-19 di Bantul yang Meninggal Ternyata dari Sejumlah Kelompok Ini

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Selasa, 15 Maret 2022 21:07 WIB
Kebanyakan Pasien Covid-19 di Bantul yang Meninggal Ternyata dari Sejumlah Kelompok Ini

Foto ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, BANTUL - Beberapa hari terakhir tren angka kesembuhan pasien Covid-19 di Bantul kian meningkat. Namun, angka kematian juga masih terjadi dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Kebanyakan pasien yang meninggal berasal dari sejumlah kelompok pasien yang punya riwayat berbeda-beda.

Ketua Harian Satgas Covid-19, Joko Purnomo menyampaikan angka kematian yang terjadi muncul dari beberapa pasien lansia maupun komorbid. "Terkait dengan munculnya kematian ini perlu saya sampaikan bahwa angka kematian kita itu dua persenan dan itu terjadi kepada pasien-pasien yang rata-rata lansia, kemudian komorbid dan belum vaksin," terang Joko pada Selasa (15/3/2022).

Untuk menekan angka kematian, beberapa langkah diambil salah satunya yakni  peningkatan vaksinasi. "Maka langkah yang terus kita ambil adalah melakukan treatment-nya untuk upaya penyembuhan kepada pasien-pasien kita yang sekarang ini sedang dirawat dan kemudian terus melakukan pergerakan untuk percepatan vaksin," ujarnya.

BACA JUGA: Ada Operasi Pasar Minyak Goreng Murah untuk 17.000 Warga Sleman! Cek Jadwal dan Lokasinya  

Kendati demikian Joko mengakui bila langkah percepatan vaksinasi khususnya di sektor usia lansia menemui kesulitan. Sehingga seluruh elemen dari mulai Panewu, Lurah, nakes-nakes di tingkat Puskesmas dibantu, Babinsa Bhabinkamtibmas dan para relawan ini terus berupaya melakukan sosialisasi vaksinasi. "Sekaligus pergerakan dalam rangka percepatan vaksinasi, khusussnya yang lansia," tandasnya. 

Selain menekan angka kematian, angka pertumbuhan kasus pun berusaha ditekan oleh Satgas. Joko menerangkan bila Lurah dan Kepala Padukuhan diminta melakukan inventarisasi terhadap lansia-lansia yang belum vaksin. Joko mengimbau lansia-lansia terutama dan masyarakat yang hari ini mungkin muncul gejala flu untuk segera memeriksakan diri  

"Karena ini lagi perubahan musim, lagi banyak yang kena pilek flu batuk dan sebagainya. Maka ini terus kita antisipasi untuk mereka kita harapkan yang bergejala ini harus bisa melakukan periksa ke klinik terdekat, puskemas dan lain sebagainya. Sehingga batuk-batuk akan bisa terdeteksi sejak awal kaitannya dengan munculnya Covid-19 yang ada di lingkungan masyarakat," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online