Modal Awal Mahal, Taj Yasin Cari Skema Pembiayaan Hijau IKM
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Suasana sertijab pimpinan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jogja, Jumat (18/3/2022)/Harian Jogja-Yosef Leon
SLEMAN--Pucuk pimpinan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jogja berganti dari yang semula dijabat oleh Andry Indradi kini diemban oleh Yayan Indriana selaku pelaksana tugas (Plt). Seremonial serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan pada Jumat (81/3/2022) di Sahid Jaya Hotel yang dihadiri oleh sejumlah mitra kerja.
Yayan Indriana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY. Sementara, Andry Indradi yang telah menjabat sebagai kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jogja selama satu tahun sembilan bulan, kini dipercaya sebagai Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Gorontalo.
"Saya akan berusaha meneruskan apa yang telah dimulai oleh pimpinan lama berupa inovasi dan layanan yang optimal kepada masyarakat serta memperkuat sinergitas dengan pihak eksternal," kata Yayan.
Menurut Yayan, sinergitas dengan segenap pihak adalah tantangan yang mesti dijawab dalam waktu dekat utamanya dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat luas. Di sisi lain, kesolidan internal untuk memberikan solusi pada layanan keimigrasian mesti terbentuk di Imigrasi Jogja.
"Apalagi di masa pandemi, saya kira target demi mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Imigrasi Jogja mesti bisa diwujudkan," ungkap Yayan.
Selama menjabat, Andry mengeluarkan inovasi yang dinamai Sedulur Mas Karyo. Program berbentuk aplikasi digital ini merupakan strategi peningkatan kinerja pengawasan keimigrasian terhadap mahasiswa asing yang terintegrasi dengan perguruan tinggi dan tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA).
Sementara, Andry Indradi mengucapkan terima kasih kepada segenap jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jogja. Dia merasa beruntung bisa mendapat pengalaman memimpin di kantor imigrasi Jogja. Menurutnya, pengalaman selama hampir dua tahun memimpin itu merupakan bekal yang cukup untuk berkarya di wilayah lain.
"Kesan bahwa Jogja Istimewa itu memang benar saya rasakan. Saya banyak belajar bahwa untuk bisa optimal melayani masyarakat harus bisa melihat keadaan riil di lapangan dan kemudian sinergi dengan menegakkan pihak," ucap Andry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.