Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah orang membentangkan spanduk solidaritas untuk Wadas, di sekitar Masjid Kampus UGM, Rabu (6/4/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengisi ceramah dalam tarawih berjamaah di Masjid Kampus UGM, Rabu (6/4/2022) malam. Tak hanya dihadiri ribuan jamaah, ceramah Ganjar juga disambut dengan bentangan spanduk dan poster solidaritas untuk kasus Wadas, Purworejo.
Beberapa spanduk yang dibentangkan di antaranya bertuliskan Kelestarian Alam Bagian Dari Iman; Gusti Berkahi; dan Save Wadas. Spanduk-spanduk ini dibentangkan di luar masjid ketika Ganjar berceramah dan ketika hendak meninggalkan masjid.
Sementara di dalam masjid, ada juga yang membentangkan poster bertuliskan Save Wadas. Hal ini sempat mencuri perhatian Ganjar di tengah-tengah ceramahnya. Ganjar menanggapinya dengan santai dan menganggapnya bagian dari demokrasi.
“Ada yang bawa spanduk, mungkin mau menuliskan, diangkat juga saya tidak apa-apa. karena itu bagian dari exercise politik, diangkat saja gapapa. Ini bagian dari salat tarawih yang sangat menarik di UGM,” ujarnya.
Tanggapan Ganjar ini disambut tepuk tangan oleh para jamaah. Ia mengapresiasi sikap kritis para pembawa spanduk dan poster tersebut. “Saya sangat senang dengan kekritisan kawan-kawan dan inilah diskusi yang selalu terbuka untuk mendewasakan kita semuanya,” katanya.
Salah satu orang yang membentangkan spanduk, Umar, mengaku aksi ini merupakan bentuk solidaritas kepada warga Wadas, Purworejo, yang terancam ruang hidupnya oleh rencana penambangan batuan andesit untuk bendungan Bener.
“Sebenarnya ini bagian dari solidaritas teman-teman di sini mengingat keresahan isu konflik agraria di Wadas masih terjadi sampai sekarang dan tidak ada ketegasan dari Ganjar selaku Gubernur. Sebagai bentuk solidaritas kami bentangkan beberapa banner,” ungkapnya.
Ia berharap warga Wadas yang menolak tambang dapat diperhatikan oleh pemerintah khususnya Pemda Jawa Tengah dan stakeholder yang terkait bendungan Bener dan penambangan andesit. Penambangan dinilai akan merugikan warga.
Jemaah yang membentangkan spanduk ini kata dia, tidak tergabung dalam organisasi tertentu atau sebatas mahasiswa saja. Mereka terdiri dari individu-individu yang bersolidaritas untuk konflik agraria di Wadas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m