Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang pada Semester I 2026
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Kunjungan abdi dalem Kraton dan masyarakat umum dalam rangkaian Wisata Sadar Arsip, Kamis (7/4/2022)./Harian Jogja-Sunartono.
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar Wisata Sadar Arsip pada Kamis (7/4/2022). Melalui kegiatan itu, semua komponen masyarakat mulai dari masyarakat umum, perangkat desa hingga abdi dalem Kraton dan Puro Pakualaman diajak melihat langsung Diorama Arsip Jogja yang berada di Kantor DPAD DIY.
Wisata Sadar Arsip ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang pengelolaan arsip yang benar dan sesuai aturan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Dengan mengunjungi Diorama Arsip Jogja ini, pengunjung mendapatkan pengalaman seru dan menarik dengan mengunjungi secara langsung, kemudian mendapatkan gambaran nyata tentang pengelolaan arsip.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Dra. Monika Nur Lastiyani, MM menjelaskan pembangunan Diorama Arsip Jogja ini untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan arsip.
“Karena saat ini banyak anak milenial, maka diorama ini dibuat secara menarik dan kekinian dengan landasan utama arsip, jadi yang disajikan semua adalah arsip dengan konsep berbeda,” kata Monika, Kamis (7/4).
Diorama tersebut, kata dia, terdiri dari 18 ruang. Ruang 1 sampai Ruang 10 menyampaikan informasi tentang sejarah Jogja yang dikemas sedemikian menarik. Kurun waktu yang ditampilkan yaitu sekitar 430 tahun silam mulai dari Panembahan Senopati hingga ditetapkannya Keistimewaan DIY. Adapun ruang berikutnya hingga terakhir adalah ruang tematik dengan menonjolkan peran Jogja sebagai kota pendidikan, wisata hingga penggambaran Jogja saat terjadi bencana.
“Kami menggunakan banyak riset dan referensi termasuk naskah tentang Jogja yang berada di British Library yang saat ini sudah didapatkan digitalnya,” katanya.
Salah satu ruang yang dinilai menarik oleh banyak pengunjung adalah Ruang 8 yang mengangkat tema tentang lokomotif perubahan. Seperti ruangan lainnya, ruang ini dikemas dengan sangat cantik, di mana terdapat rel kereta api yang dirasakan seperti benarbenar berada di stasiun zaman dahulu.
Monika mengatakan, untuk mendapatkan perwajahan agar diorama tampak milenial sehingga ahli sangat berperan. Mulai dari ahli sejarah, kurator, ahli seni benda dan tata kelola seni. Tujuannya agar mampu menghadirkan benda seni bisa dipamerkan dan terlihat menarik, termasuk melibatkan ahli animasi, audio video, mechanical electrical hingga ahli pencahayaan. Masyarakat yang ingin berkunjung bisa mendaftar melalui tiket online di dioramaarsip.jogjaprov.go.id.
“Untuk sementara masih digratiskan karena belum ada Pergub atau regulasi terkait dengan penarikan retribusi. Namun karena keterbatasan tempat, setiap trip dibatasi maksimal 20 orang,” katanya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren