DPRD DIY Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Alasannya
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Pencarian korban tenggelam di Pantai Congot. foto istimewa dari Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sampai hari ketujuh, pencarian bocah tenggelam di Pantai Congot belum membuahkan hasil. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan hari ini, Senin (6/6/2022) menjadi hari terakhir proses pencarian korban.
"Update pencarian masih nihil, belum ditemukan," ujarnya kepada Harian Jogja, Senin.
Proses pencarian di hari terakhir melibatkan Sar Linmas dari Basarnas Pantai Congot, TNI AL, dan Sat Polair. Untuk proses penyisiran di hari terakhir, Satlinmas menerjunkan 30 personil.
Kerja sama juga dilakukan dengan para nelayan dari Karangwuni, nelayan Bugel, hingga nelayan Trisik. Apabila saat melaut menemukan sesuatu yang diperkirakan korban untuk memberi kabar.
"Apabila berangkat melaut dan melihat sesuatu yang diperkirakan korban, maka kami akan segera menindaklanjuti dengan menerjunkan [perahu] jukung," jelasnya.
Aris menjelaskan, setelah hari ketujuh ini proses pencarian dihentikan dan hanya dilakukan pemantauan saja. Apabila ditemukan info-info lanjutan akan diteruskan ke pihak-pihak terkait.
"Untuk pos SAR sudah ditutup pada hari Sabtu kemarin petang (4/6/2022). Setelah hari ketujuh dihentikan hanya pemantauan saja, karena setiap hari kami berada di pantai," tuturnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi, mengingatkan gelombang tinggi kemungkinan masih akan terjadi di pantai selatan. Khusus hari ini diperkirakan akan terjadi gelombang sedang 1,5 meter sampai 2,5 meter.
Pengunjung pantai diminta untuk tidak mendekat ke bibir pantai apalagi mandi. BPBD Kulonprogo juga sudah mengingatkan kepada Dinas Pariwisata untuk memasang rambu-rambu larangan mandi di laut.
"Antisipasi kami, kami sudah koordinasi dengan Sar Linmas untuk selalu mengingatkan pengunjung," jelasnya.
Sebelumnya, bocah bernama Anang Setyawan Pambudi, 13, tenggelam di Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kulonprogo, pada Selasa (31/5/2022) sore.
Insiden berawal saat Anang Setyawan Pambudi, asal Tangkisan III dijemput tiga temannya pada pukul 14.20 WIB untuk berangkat ke Pantai Congot.
Sesampainya di lokasi, tiga dari empat bocah ini bermain air dan mandi menggunakan batang pohon pisang. Mereka adalah Anang Setyawan Pambudi, Raka Septiano, dan Aji Purwoko.
Sementara, satu lagi bernama Anggit tidak ikut mandi. Lalu tiga korban ini masuk ke area palung dan terseret ke selatan, ketiganya terpisah karena derasnya arus laut.
Raka Septiano meraih tangan korban tetapi korban tidak bisa tertolong akibat arus deras dan ombak laut sehingga terseret ke tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 17 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 17 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.
Situs palsu iPhone Duo menawarkan voucher 500 dolar AS dan berpotensi menyerang iPhone rentan melalui DarkSword. Kenali ciri situs dan cara melindungi perangkat
Hamdan Tour mengumumkan Ruben Onsu tak lagi menjadi brand ambassador sejak 31 Agustus 2026. Perusahaan menegaskan kehidupan pribadi Ruben bukan representasi mer