Menko Muhaimin Ajak Generasi Muda Bangun Desa Demi Ketahanan Pangan
Cak Imin mengajak generasi muda kembali ke desa membangun pertanian demi memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis inovasi.
Presiden Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier (tengah) berjalan keluar ruangan bersama Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) usai menghadiri Pertemuan Bisnis dengan Delegasi Bisnis Indonesia-Jerman di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0), Jakarta, Kamis (16/6/2022)/Antara
Harianjogja.com, JOGJA--Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier melakukan kunjungan ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (17/6/2022) sore. Rombongan tiba di Kraton setelah menuntaskan serangkaian kunjungan di UGM pada Jumat siang.
Steinmeier datang menggunakan SUV mewah Mercedes Benz G-Class warna hitam. Rombongan tiba melalui keben dengan disambut keluarga Kraton. Dalam kunjungan itu Steinmeier sempat melihat sejumlah pameran batik, wayang kulit dan manuskrip di Kompleks inti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Penghageng Kawedanan Hageng Dana Datu Suyasa Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Mangkubumi mengatakan dalam pertemuan dengan Presiden Steinmeier salah satunya membahas tentang masalah lingkungan. Ia berharap dengan teknologi dan riset canggih di Jerman, bisa dikolaborasikan dengan DIY untuk mengatasi persoalan lingkungan.
BACA JUGA: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-114: Pilu! 322 Anak Ukraina Terbunuh, 581 Terluka
"Perbincangan menjelaskan tentang keseimbangan Jogja, kemudian tentang lingkungan karena di Jerman punya teknologi dan riset yang cukup bagus untuk masalah lingkungan. Tentunya kita juga ingin kolaborasi dengan mereka untuk penataan permasalahan lingkungan yang ada di Jogja," katanya kepada wartawan usai pertemuan di Kraton, Jumat (17/6/2022) petang.
Stenmeier terkagum dengan suguhan tarian atau beksan Lawung Ageng yang dimainkan para abdi dalem. Selain itu menurut Mangkubumi Steinmeier sempat menanyakan narasi perang dalam tarian tersebut.
"Kalau lawung musiknya semarak, karena ada terompet, drum. Mereka berfikir, dikiranya yang rancak itu hanya Bali. Kemudian juga menanyakan kenapa perang? Kami menjelaskan biasanya lawung itu untuk di wedding," ujarnya.
Adapun tentang Kraton juga menyampaikan terkait keistimewaan Jogja yang berusaha melestarikan budaya. Hal ini sejalan dengan Jerman yang memiliki kepedulian dalam melestarikan bangunan kuno.
"Tentang keistimewaan Jogja lebih pada kami ingin menjaga budaya di Jogja. Karena di Jerman banyak kepedulian tentang warisan budaya, bangunan, rumah kuno. Karena memang mereka lebih konsentrasi pada lingkungan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cak Imin mengajak generasi muda kembali ke desa membangun pertanian demi memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis inovasi.
Mako Brimob Polda DIY akan dibangun di pesisir Gunungkidul. Lahan Sultan Ground telah mengantongi izin dan pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini.
IHSG menguat 1,07% pada pembukaan perdagangan Jumat, didorong sentimen positif dari bursa Asia, Wall Street, dan meredanya tensi global.
Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga Level III. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Update harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri24 pada 3 Juli 2026. Simak harga jual dan beli kembali setiap pecahan.
Kemdiktisaintek menegaskan isu 60 ribu mahasiswa tak daftar ulang merupakan data SNPMB 2025, bukan penerimaan mahasiswa baru 2026.