HIPMI Jogja Dorong Pengusaha Muda Tembus Pasar Lebih Luas
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.
Penandatanganan kerja sama pemanfaatan tanah Sultan Grond antara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Polda DIY, Rabu (8/6/2022)./Istimewa-Kraton
Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memberikan izin kekancingan terhadap dua bidang lahan total seluas 6 hektare untuk pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob.
Pembangunan dua markas Brimob di Sleman dan Gunungkidul itu bertujuan untuk memperluas cakupan pengamanan di wilayah perbatasan. Izin itu diberikan melalui penandatanganan kerja sama di Kompleks Kraton Ngayogyakarta, Rabu (8/6/2022).
BACA JUGA: Kulonprogo Bercita-cita Punya Destinasi Wisata Super Prioritas
Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Dana Datu Suyasa Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Mangkubumi menjelaskan pemberian izin kekancingan oleh Kraton kepada Polda DIY bertujuan untuk tertib administrasi serta memberikan dukungan fasilitas untuk keamanan wilayah DIY.
“Kami mengeluarkan kekancingan. Ada dua bidang tanah untuk digunakan Brimob di Sleman dan Gunungkidul. Hak pakai ini diberikan sampai digunakan, karena untuk markas tidak bisa menentukan sampai kapan. Saat ini statusnya lahan kosong. Kami serahkan untuk dipakai, yang penting dijaga,” kata Mangkubumi di sela-sela penandatangan dengan Kapolda DIY, Rabu (8/6/2022).
Penghageng II Tepas Panitikisma Kraton Yogyakarta KRT Surya Satrianto mengatakan penandatanganan kerja sama ini menjadi pedoman bagi kedua pihak. Ruang lingkup kesepakatan itu meliputi pinjam pakai tanah, pemanfataan tanah, dan perlindungan hukum.
“Selain itu mendorong terwujudnya sinergi untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana Polri serta pelayanan pada masyarakat di wilayah hukum DIY,” katanya.
Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar mengatakan dua bidang lahan yang akan dibangun berada di Prambanan, Sleman seluas 5 hektare dan Gunungkidul 1,7 hektare. Lahan Sultan Grond ini akan digunakan untuk membangun Mako Brimob Batalyon C.
BACA JUGA: KPK Angkut Berkas Perizinan Selama Haryadi Menjabat Wali Kota Jogja
“Markas ini untuk mengover keamanan DIY khususnya di perbatasan Jawa Tengah, dari arah timur, sehingga pasukan bisa ditempatkan di mako lebih luas. Jadi kalau ada kejadian lebih cepat diterjunkan. Kalau di barat sudah ada Mako Sentolo," ujarnya.
Mako tersebut nantinya akan ditempati pasukan Brimob karena DIY bakal mendapatkan tambahan banyak pasukan. “Terutama personel baru yang masuk di tahun ini dan tahun depan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.
Kemenkes mengaktifkan 9 HEOC dan mengerahkan tim medis untuk memulihkan layanan kes
FairSquare meminta FIFA meninjau kelayakan Gianni Infantino maju lagi dalam pemilihan presiden 2027 terkait batas masa jabatan.
Denza N8 terbaru membawa baterai LFP 130,15 kWh dengan jarak tempuh hingga 1.003 km berdasarkan standar pengujian CLTC.
GitHub mengalami gangguan besar pada 17 Agustus 2026. API, Actions, Pull Requests hingga Copilot terdampak dengan error unduhan mencapai 50%.
Sembilan ruas jalan nasional di Flores kembali fungsional setelah gempa M7,7. Menteri PU meminta data kerusakan segera dilengkapi.