DPRD DIY Ungkap Masalah Serius Sektor Pertanian, Ini Penjelasannya
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.
Foto ilustrasi Tunjangan Hari Raya, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan warga di RW 09 Kelurahan Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, mendapatkan tambahan uang saku menjelang perayaan Idulfitri 1447 H melalui pencairan tabungan Bank Sampah Wira Peni.
Aksi pembagian dana hasil kelola limbah anorganik ini dilakukan pada Minggu (15/3/2026) sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian lingkungan yang telah dilakukan warga selama satu tahun terakhir.
Dana yang terkumpul dan dibagikan tahun ini mencapai total sekitar Rp6 juta, yang berasal dari setoran berbagai jenis sampah seperti kardus dan plastik. Meskipun angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode tahun lalu yang menyentuh Rp9 juta, manfaatnya tetap dirasakan secara nyata oleh masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Pengurus Bank Sampah Wira Peni, Riantiningsih, mengungkapkan bahwa nominal yang diterima setiap nasabah sangat bergantung pada keaktifan mereka menyetor sampah.
"Variatif, ada yang Rp400 ribu lebih, ada yang bahkan hanya Rp8.000 karena jarang nabung. Tapi yang kebanyakan Rp200 ribuan,” kata Rianti, Selasa (17/3/2026).
Penurunan total dana pencairan tahun ini disebabkan oleh fluktuasi harga jual sampah di pasaran serta berkurangnya volume setoran dari warga.
Rianti menjelaskan bahwa sebagian warga kini ada yang memilih menjual sampah secara mandiri atau menyedekahkannya langsung kepada petugas transporter, sehingga jumlah yang masuk ke bank sampah berkurang.
“Kalau semua masuk ke bank sampah, insyaallah bisa tembus Rp10 juta. Tapi karena lokasi agak jauh, kadang warga malas mengumpulkan,” ucapnya.
Kendati demikian, tradisi mencairkan tabungan tepat sebelum Lebaran tetap dipertahankan karena dinilai sangat membantu meringankan beban belanja dapur warga.
Bagi warga, uang hasil "menabung sampah" ini menjadi berkah tersendiri yang sering kali diibaratkan sebagai THR tambahan. “Ya lumayan, bisa buat beli ayam untuk hidangan Lebaran. Ada yang bercanda, ‘lumayan dapat ayam dua ekor’,” tutur Rianti menceritakan antusiasme para anggotanya.
Bank Sampah Wira Peni yang telah berdiri sejak 2015 kini memiliki 97 anggota terdaftar dengan sekitar 40 orang penimbang aktif.
Keberadaan bank sampah ini terus menjadi motor penggerak pengelolaan limbah mandiri di tingkat RW, sekaligus membuktikan bahwa pemilahan sampah anorganik tidak hanya berdampak baik bagi lingkungan Kota Jogja, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.