Dewa 19 hingga God Bless Tampil Orkestra di Jogja Rockphonic

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Kamis, 14 Mei 2026 05:17 WIB
Dewa 19 hingga God Bless Tampil Orkestra di Jogja Rockphonic

Jumpa pers Jogja Rockphonic 2026 di Legend Coffee, Jogja, pada Rabu (13/5/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Konser Jogja Rockphonic 2026 siap menghadirkan pengalaman musik berbeda lewat kolaborasi musik rock dan orkestra megah di Stadion Kridosono, Kota Jogja, pada 13 Juni 2026. Tiga band legendaris Indonesia, yakni Dewa 19, Burgerkill, dan God Bless bakal tampil dalam balutan full orchestra set di ruang terbuka.

Founder Jogja Rockphonic, Rowi, menyebut konser tersebut dirancang sebagai pertunjukan rock spektakuler yang belum pernah digelar sebelumnya di Jogja. Menurutnya, perpaduan musik cadas dengan aransemen orkestra penuh akan memberikan atmosfer baru bagi penonton lintas generasi.

“Kita menghadirkan line-up yang kalau boleh saya sebut ‘Imam Rock-nya Indonesia’, God Bless akan datang ke Jogja 30 hari lagi dengan membawa ‘makmum-makmumnya’ seperti Dewa 19 untuk mewakili rockmantic-nya, kemudian juga ada Burgerkill,” ujarnya saat jumpa pers di Jogja, Rabu (13/5/2026).

Konsep konser ini berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya karena menghadirkan panggung rock berskala besar dengan dukungan orkestra lengkap di area outdoor. Penonton disebut akan merasakan pengalaman konser yang lebih megah dan emosional dibanding konser rock biasa.

“Ini akan menjadi malam yang belum pernah terjadi di Jogja sebelumnya, sebuah pertunjukan rock dengan kolaborasi full orchestra set. Orkestra yang besar dengan panggung yang besar. Kita akan memberikan experience kepada masyarakat Jogja, experience yang lain dari konser-konser lain, yang berbeda dari konser-konser lain,” katanya.

Rowi mengungkapkan ide konser tersebut terinspirasi dari kolaborasi legendaris Metallica bersama orkestra yang populer pada awal 2000-an. Namun, konsep Jogja Rockphonic dibuat lebih bebas dengan nuansa rock yang kuat dan tidak formal seperti pertunjukan orkestra pada umumnya.

“Orkestra hadir secara lebih rebel, di lapangan terbuka, berdiri, outdoor. Ini perbedaan dari orkestra yang lain. Jadi inspirasi pertama ya pastinya Metallica orkestra,” ucapnya.

Sementara itu, konduktor orkestra Guntur Nur Puspito menilai kolaborasi musik rock dan orkestra seperti ini menjadi fase baru dalam perkembangan pertunjukan musik di Indonesia. Ia menyebut format konser tersebut menghadirkan standar pertunjukan yang lebih tinggi bagi orkestra modern.

“Menurut saya itu sudah memasuki fase baru dan itu sudah kasta tertinggi bagi saya,” kata Guntur.

Ia juga menyoroti konsep pemain orkestra yang dibuat lebih santai dan menyatu dengan atmosfer rock, termasuk dari sisi kostum yang tidak lagi identik dengan pakaian formal.

“Kalau perlu celana jins saja. Celana jins, orkesnya di depan penonton enggak apa-apa,” katanya.

Dalam konser Jogja Rockphonic 2026, jumlah pemain orkestra yang dilibatkan mencapai sekitar 50 orang. Menurut Guntur, jumlah tersebut sudah memenuhi standar pertunjukan orkestra lengkap dengan kehadiran konduktor dan aransemen musik penuh di atas panggung.

“Kalau orkestra itu menurut saya 40 ke atas itu orkestra dan layak disebut sebagai orkestra karena sudah ada konduktor. Nah, besok ini kita di 50-an,” ucapnya.

Melalui konsep lintas genre dan lintas generasi tersebut, Jogja Rockphonic 2026 diharapkan menjadi salah satu konser musik terbesar di Kota Jogja yang menawarkan pengalaman baru bagi penikmat musik rock maupun orkestra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online