Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
510 tampil memukau dalam konser ‘Genesis: Spiritual Return to Origin’ di JNM Bloc, Minggu (15/2/2026)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
JOGJA—Band posthardcore-modern rock asal Bandung, 510, menghadirkan konser spektakuler bertajuk “Genesis: Spiritual Return to Origin” di JNM Bloc dengan konsep orkestra dan sentuhan budaya Jawa yang kuat, Minggu (15/2/2026). Hal ini terlihat dari penyajian total 17 lagu yang dikemas dalam pertunjukan tematik dengan pengalaman visual dan musikal yang berbeda bagi penonton.
Pertunjukan dimulai pukul 19.30 dengan pembukaan teatrikal berupa iring-iringan sekelompok orang menyerupai bregodo berjubah hitam bertudung yang membawa panji-panji 510 mengelilingi area venue. Pada layar panggung ditampilkan video pagelaran wayang kulit berbahasa Jawa yang menceritakan perjalanan band 510 dalam format lakon pewayangan.
Para personel 510 kemudian muncul mengenakan busana Jawa berupa beskap lengkap dengan bawahan jarik, menciptakan kontras unik saat mereka membawakan musik keras penuh energi dengan vokal scream khas posthardcore.
Band 510 membuka penampilan dengan lagu Collapsed, Death Parade, The Last Suffer, dan Callout yang langsung disambut antusias penonton melalui lompatan serta sing along ribuan penggemar yang memadati JNM Bloc malam itu.
Beberapa lagu bernuansa melankolis juga turut dibawakan, seperti Mama dan AMO, yang terasa semakin emosional dengan kehadiran kelompok orkestra di atas panggung sehingga memberikan sentuhan mewah sekaligus magis dalam setiap komposisi musik.
Festival Director Hectic Creative, Gerfian Riandra, menjelaskan pertunjukan dibagi menjadi tiga babak dengan total 17 lagu sebagai bentuk eksplorasi konsep baru band 510.
“Kami ingin mengemas konsep 510 yang berbeda, maka kami hadirkan tambahan 18 personel orkestra,” ujarnya.
Dalam special show tersebut, Hectic Creative bersama 510 juga sepakat mengangkat unsur budaya Jogja di atas panggung, mulai dari konsep bregodo, kostum personel, hingga pertunjukan wayang kulit.
“Wayangnya dimainkan oleh dalang cilik Jojo, yang menceritakan perjalanan 510 tapi dengan versi wayang,” katanya.
Konser 510 di Jogja ini berhasil mendatangkan sekitar 2.000 penonton sesuai target penyelenggara. Para penggemar datang dari berbagai kota, tidak hanya Jogja tetapi juga Lamongan, Temanggung, serta daerah lainnya.
“Kami menyajikan production dengan harapan semua bisa happy dengan visual, lighting, audio dan lainnya,” paparnya.
Band 510 sendiri merupakan supergrup pecahan Slap It Out yang kini cukup populer di skena musik keras modern Indonesia. Formasi 510 terdiri dari Faizal Permana atau Ical yang juga vokalis KILMS, Pras Goldinantara yang juga gitaris For Revenge, serta Ronal Adrian yang dikenal sebagai bassist Indra Lesmana Project (ILP).
Tidak hanya digelar di Jogja, Hectic Creative juga menggarap special show bersama 510 di beberapa kota lain. Rangkaian konser tersebut nantinya akan dirilis sehingga dapat diakses lebih luas melalui kanal YouTube sebagai dokumentasi pertunjukan dan perluasan jangkauan penonton musik 510. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa