Advertisement

Grebeg Syawal Kraton Jogja Tahun Ini Tanpa Kirab Gajah, Ini Alasannya

Newswire
Jum'at, 13 Maret 2026 - 22:17 WIB
Maya Herawati
Grebeg Syawal Kraton Jogja Tahun Ini Tanpa Kirab Gajah, Ini Alasannya Foto ilustrasi. Pasukan gajah memimpin kirab abdi dalem yang membawa gunungan menuju Puro Pakualaman saat Grebeg Maulud 2025 di Titik Nol Km, Jogja. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko - tom.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Jogja memastikan perayaan Grebeg Syawal 2026 tidak lagi menampilkan gajah dalam iring-iringan kirab gunungan dan pareden. Keputusan terkait Grebeg Syawal Kraton Jogja tanpa gajah ini diambil sebagai penyesuaian terhadap kebijakan konservasi satwa dari pemerintah.

Kepastian mengenai Grebeg Syawal Kraton Jogja tanpa gajah tersebut disampaikan oleh Penghageng II Kawedanan Kaprajuritan sekaligus Manggala Prajurit Kraton Jogja KPH Notonegoro di Jogja pada Jumat (13/3/2026). Ia menegaskan bahwa mulai Garebeg Sawal Dal 1959, gajah tidak lagi dilibatkan dalam prosesi kirab.

Advertisement

Menurut Notonegoro, kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi yang diterbitkan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI.

"Mulai Garebeg Sawal Dal 1959 kali ini, gajah tidak akan berpartisipasi dalam iring-iringan atau kirab gunungan dan pareden," ujar Notonegoro dalam keterangannya di Jogja, Jumat.

Ia menjelaskan Grebeg Syawal merupakan bagian dari rangkaian Hajad Dalem Kraton Jogja untuk memperingati Idulfitri 1447 Hijriah. Prosesi tradisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/3).

Dalam pelaksanaannya, rangkaian Grebeg Syawal Kraton Jogja akan diawali dengan persiapan bregada prajurit mulai pukul 06.30 WIB di Kompleks Kamandhungan Kidul Kraton Jogja. Setelah itu, iring-iringan prajurit dan gunungan akan bergerak menuruni Siti Hinggil menuju Pagelaran Kraton sekitar pukul 09.00 WIB.

Prosesi Numplak Wajik Awali Rangkaian Grebeg

Sebelum pelaksanaan Grebeg Syawal, Kraton Jogja lebih dahulu menggelar prosesi Numplak Wajik sebagai tahap awal pembuatan gunungan dan pareden. Gunungan tersebut disusun menggunakan bahan dasar wajik yang menjadi bagian penting dalam tradisi Grebeg.

Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa Kraton Jogja KRT Kusumonegoro menjelaskan prosesi Numplak Wajik akan dilaksanakan di Panti Pareden di Kompleks Magangan pada Selasa (17/3) selepas waktu asar.

"Bagi yang ingin hadir menyaksikan langsung, sumonggo, namun dimohon tetap menjaga ketertiban," ujar Kusumonegoro.

Imbauan Ketertiban dan Larangan Drone

Kraton Jogja juga mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian peringatan Idulfitri dan Grebeg Syawal untuk tetap tertib selama prosesi berlangsung. Masyarakat diminta memberi ruang bagi iring-iringan bregada prajurit serta gunungan sebelum nantinya dibagikan kepada warga.

Selain itu, Kraton Jogja juga memberlakukan larangan penerbangan drone atau perangkat sejenis di kawasan Kraton. Larangan tersebut berlaku hingga ketinggian sekitar 150 meter dari permukaan tanah.

Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran jalannya prosesi Grebeg Syawal Kraton Jogja serta memastikan rangkaian tradisi berlangsung dengan khidmat dan tertib di kawasan Kraton Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Polri Diminta Usut Tuntas

Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Polri Diminta Usut Tuntas

News
| Jum'at, 13 Maret 2026, 22:37 WIB

Advertisement

InJourney Siapkan Agenda Wisata Sambut Libur Lebaran

InJourney Siapkan Agenda Wisata Sambut Libur Lebaran

Wisata
| Kamis, 12 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement