Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Foto ilustrasi. Pasukan gajah memimpin kirab abdi dalem yang membawa gunungan menuju Puro Pakualaman saat Grebeg Maulud 2025 di Titik Nol Km, Jogja. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.
Harianjogja.com, JOGJA—Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Jogja memastikan perayaan Grebeg Syawal 2026 tidak lagi menampilkan gajah dalam iring-iringan kirab gunungan dan pareden. Keputusan terkait Grebeg Syawal Kraton Jogja tanpa gajah ini diambil sebagai penyesuaian terhadap kebijakan konservasi satwa dari pemerintah.
Kepastian mengenai Grebeg Syawal Kraton Jogja tanpa gajah tersebut disampaikan oleh Penghageng II Kawedanan Kaprajuritan sekaligus Manggala Prajurit Kraton Jogja KPH Notonegoro di Jogja pada Jumat (13/3/2026). Ia menegaskan bahwa mulai Garebeg Sawal Dal 1959, gajah tidak lagi dilibatkan dalam prosesi kirab.
Menurut Notonegoro, kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi yang diterbitkan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI.
"Mulai Garebeg Sawal Dal 1959 kali ini, gajah tidak akan berpartisipasi dalam iring-iringan atau kirab gunungan dan pareden," ujar Notonegoro dalam keterangannya di Jogja, Jumat.
Ia menjelaskan Grebeg Syawal merupakan bagian dari rangkaian Hajad Dalem Kraton Jogja untuk memperingati Idulfitri 1447 Hijriah. Prosesi tradisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/3).
Dalam pelaksanaannya, rangkaian Grebeg Syawal Kraton Jogja akan diawali dengan persiapan bregada prajurit mulai pukul 06.30 WIB di Kompleks Kamandhungan Kidul Kraton Jogja. Setelah itu, iring-iringan prajurit dan gunungan akan bergerak menuruni Siti Hinggil menuju Pagelaran Kraton sekitar pukul 09.00 WIB.
Prosesi Numplak Wajik Awali Rangkaian Grebeg
Sebelum pelaksanaan Grebeg Syawal, Kraton Jogja lebih dahulu menggelar prosesi Numplak Wajik sebagai tahap awal pembuatan gunungan dan pareden. Gunungan tersebut disusun menggunakan bahan dasar wajik yang menjadi bagian penting dalam tradisi Grebeg.
Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa Kraton Jogja KRT Kusumonegoro menjelaskan prosesi Numplak Wajik akan dilaksanakan di Panti Pareden di Kompleks Magangan pada Selasa (17/3) selepas waktu asar.
"Bagi yang ingin hadir menyaksikan langsung, sumonggo, namun dimohon tetap menjaga ketertiban," ujar Kusumonegoro.
Imbauan Ketertiban dan Larangan Drone
Kraton Jogja juga mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian peringatan Idulfitri dan Grebeg Syawal untuk tetap tertib selama prosesi berlangsung. Masyarakat diminta memberi ruang bagi iring-iringan bregada prajurit serta gunungan sebelum nantinya dibagikan kepada warga.
Selain itu, Kraton Jogja juga memberlakukan larangan penerbangan drone atau perangkat sejenis di kawasan Kraton. Larangan tersebut berlaku hingga ketinggian sekitar 150 meter dari permukaan tanah.
Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran jalannya prosesi Grebeg Syawal Kraton Jogja serta memastikan rangkaian tradisi berlangsung dengan khidmat dan tertib di kawasan Kraton Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.