Bank Jateng Syariah dan Ash Shodiqiyah Jalin Kerja Sama Digitalisasi
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Pengabdian masyarakat UMY di Perpustakaan Matahati di Dusun Ngajaran, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul./Istimewa
BANTUL—Dr. Fitriah M. Suud, M.Ag, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan pengabdian masyarakat di Perpustakaan Matahati di Dusun Ngajaran, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul.
Pengabdian berlangsung selama dua bulan dengan beberapa kali pertemuan.
“Pelatihan pengelolaan perpustakaan diikuti sekitar 25 remaja Dusun Ngajaran. Mereka adalah pemuda karang taruna,” ujar Fitriah.
Pengabdian ini fokus pada dua hal. Pertama adalah meningkatkan minat baca anak-anak. Pengabdi dari UMY bersama mitra melakukan perlombaan pada anak-anak dengan tingkat usia yang dibedakan dan dengan beberapa permainan yang berbeda pula.
Perlombaan dilakukan untuk anak-anak tingkat TK, SD kelas 1.2,3, SD kelas 4,5,6 serta untuk anak tingkat SMP. Perlombaan yang diadakan untuk mereka secara langsung dan tidak langsung menuntut mereka untuk bersentuhan dengan literasi.
“Para peserta yang hadir dalam acara perlombaan kurang lebih 60 siswa,” katanya.
Perlombaan bercerita dan mengambil kesimpulan dari sebuah cerita diberikan untuk anak tingkat SMP. Mereka diminta untuk membaca cerita yang dipilih oleh pengabdi kemudian menceritakan ulang dengan bahasa mereka sendiri. Perlombaan ini menambah minat baca anak-anak dan juga melatih public speaking anak anak.
Sementara untuk siswa TK disajikan puzzle untuk disusun. Pilihan permainan puzzle ini merea bagian dari literasi. Anak anak diberikan puzzle huruf namun dalam bentuk potongan gambar untuk membantu mereka mudah untuk menyusun kata-kata tersebut.
Pada usia SD diberikan permainan tebak kata. Anak-anak disajikan huruf-huruf yang sudah dipersiapkan. Para pengabdi memberikan soal pertanyaan sekitar dunia baca dan tentang alam sekitar anak anak pertama belajar menjawab pertanyaan dan pertanyaan tersebut dijawab dengan Menyusun huruf-huruf yang disiapkan dan mereka mengerjakan ini dalam bentuk kelompok.
Fokus kedua dari penelitina ini adalah pengembangan perpustakaan berbasis digital. Sehingga pengabdi melakukan pelatihan pengelolaan perpustakaan bagi pengurus dan juga bagi remaja disekitar perpustakaan.
“Pengabdian ini menghasilkan keterampilan mengelola Perpustakaan Matahati berbasis digital. Perpustakaan dikelola remaja di dusun Ngajaran Desa Sidomulyo Bambanglipuro,” ucap Fitriah.
Dia berharap dengan pelatihan ini para pengelola perpustakaan akan lebih dapat merapikan administarsi perpustakaan seperti menyusun katalog buku dan lainnya. Selain itu kepada remaja juga diadakan workshop pengenalan perpustakaan online.
Para remaja lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca karena dapat mengases buku bacaan menarik tanpa harus pergi jauh dan memiliki aktivitas yang positif untuk meningkatkan literasi di masyarakat
Kepala Perpustakaan Sariroh memberikan tanggapan positif saat ditemui oleh LPM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. “Saya berterima kasih UMY telah banyak memberikan sumbangan dalam penelitian ini. Saya merasa senang dengan pengabdian ini para remaja jadi aktif terlibat dalam mengelola perpustaan demikin juga anak-anak di sekitar disini menjadi senang untuk membaca buku di taman baca ini.” (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 29 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Seorang PNS Dinkes Kulonprogo rutin bersepeda ontel ke kantor untuk menjaga kebugaran sekaligus mendukung efisiensi BBM usai harga Pertamax naik.