Krisis Migran Ceuta, Penampungan Penuh dan 1.100 Anak Terlantar
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang menjadi salah satu daerah yang banyak dikunjungi wisatawan. Sejumlah destinasi wisata dipenuhi pengunjung terutama di akhir pekan. Akan tetapi lama tinggal wisatawan di DIY belum maksimal, hanya bekisar antara satu sampai dua hari saja.
Berdasarkan data Bappeda DIY, lama tinggal wisatawan domestik di DIY di angka 1,34 hari jumlah itu tak jauh berbeda dengan tiga tahun sebelumnya yaitu 2021 di angka 1,41 hari kemudian 2020 di angka 1,90 hari dan pada 2019 juga di angka 1,90 hari. DIY pernah mencatatkan lama tinggal di angka 2,00 hari yaitu pada tahun 2018. sedangkan untuk wisatawan mancanegara selama lima tahun terakhir rata-rata di angka 2 hari, termasuk pada 2022 terupdate hingga 22 Juli di angka 2,04 hari.
Sedangkan untuk jumlah kunjungan wisatawan di daerah tujuan wisata pada 2022 ini hingga 27 Juli tercatat di angka 1,08 juta. Sedangkan pada 2021 di angka 7,59 juta dan di 2020 sebanyak 10,83 juta kunjungan. Lama kunjungan wisatawan sangat diharapkan lebih lama karena dapat memutar roda perekonomian di daerah. Karena dengan lebih lama tinggal, wisatawan membelanjakan uangnya di wilayah DIY.
BACA JUGA: Resmi Tersangka, Roy Suryo Dijerat Pasal Berlapis
“Jadi length of stay [lama tinggal] wisatawan DIY memang masih tergolong kecil belum sampai tiga hari, tetapi di angka 1,5 sampai 2 hari,” kata Kasi Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata DIY Ndari Susanti saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/8/2022).
Ia menambahkan salah satu upaya untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di DIY adalah dengan adanya event malam hari. Pada event besar wisatawan bisa mencapai tiga hari tinggal, akan tetapi jika dirata-ratakan secara keseluruhan tetap berada di angka maksimal 2 hari.
“Tetapi saat ini dengan kasus Covid-19 mulai landai banyak event wisata terutama Sabtu dan Minggu harapannya bisa menambah lama tinggal ini,” katanya.
Ndari mengatakan salah satu penyebab minimnya lama tinggal wisatawan di Jogja adalah karena sejumlah destinasi wisata dari satu daerah ke daerah lain di DIY tergolong dekat dan dapat dijangkau dalam waktu sehari. Akibatnya wisatawan memilih tinggal hanya sehari saja atau menginap semalam kemudian meninggalkan Jogja.
“Memang kami berusaha untuk meningkatkan kegiatan event malam hari, sehingga ketika pagi atau siang sudah ke destinasi wisata, malam harinya ada pilihan untuk mengunjungi atraksi malam hari. Karena untuk mempertahan wisatawan tetap berada di Jogja itu butuh atraksi lagi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Topan Dolphin menerjang pantai timur China dengan angin 151 km/jam. Lebih dari satu juta warga dievakuasi, ribuan penerbangan dibatalkan, dan ancaman banjir ser
Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama puji perjuangan Veda Ega di Moto3 Inggris. Start dari P15, sempat turun, namun finis P9 dan raih poin penting.
10 tips mudah diterima perusahaan asing, mulai dari menentukan negara tujuan, sesuaikan CV, bangun LinkedIn, kuasai bahasa, hingga pahami visa dan izin kerja.
BIGBANG meluncurkan Official Light Stick Anniversary Edition untuk merayakan 20 tahun debut. Merchandise spesial ini hadir menjelang tur dunia XX: COSMOS yang j
Banyak penumpang kehilangan barang saat pemeriksaan bandara karena melanggar aturan kabin pesawat. Simak daftar barang yang sering disita, mulai dari power bank