Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Salah satu produk olahan Kelorida Bantul./jogjaplaza.jogjaprov.go.id
Harianjogja.com, BANTUL — Selama ini pohon kelor dibiarkan begitu saja untuk pagar rumah dan halaman, namun di tangan Siti Haida Hutagaol daun kelor bisa dimanfaatkan untuk berbagai olahan makanan, minuman, obat, hingga masker kecantikan.
Berbagai produk hasil olahan daun kelor tersebut saat ini sudah dipajang di toko-toko modern, di Yogyakarta International Airport (YIA), bahkan sudah dikirim ke Dubai melalui buyer dari Bali.
Siti, sapaan akrabnya, mengaku awalnya dia mencoba-coba mencari tahu khasiat daun kelor dan ternyata banyak mengandung nutrisi dan kesehatan.
BACA JUGA: Polisi Pastikan Pencabulan Pemuka Agama Terhadap 5 Anak Perempuan di Bantul Diproses Hukum
Khasiatnya juga diklaim bisa untuk menangglangi daibetes, asam urat, hingga mengandung vitamin C, sehingga ia mulai mengolah daun kelor pada 2016 lalu.
Awalnya dia hanya mengolah daun kelor menjadi teh celup dan teh tubruk, kemudian dipamerkan di Bantul Expo dan ternyata laku.
Dia pun terus berkreasi membuat makanan, minuman, hingga obat berbahan dasar daun kelor, sehingga kini sudah ada 20 varian produk berbahan daun kelor, mulai makanan, minuman, obat dalam bentuk kapsul, hingga masker kecantikan.
“Nilai jualnya juga ternyata lumayan di pasaran,” ujar Siti saat ditemui di rumah produksi daun kelor dengan branding Kelorida Bantul di Dusun Bakulan, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Rabu (24/8/2022).
Saat ini, kata Siti, produk berbahan daun kelor miliknya sudah dipasarkan ke berbagai daerah, di toko-toko modern yang ada di Bantul, di bandara YIA, bandara Adisucipto, dan di Satasiun Tugu. “Ada juga pembeli langganan dari Dubai tetapi lewat seseorang [buyer] di Bali,” katanya.
Untuk harga Siti mematok dari mulai Rp8.000 sampai Rp65.000 dan yang paling diminati di pasaran adalah coklat kelor dan kapsul kelor.
Sementara bahan baku, dia mengaku tidak kesulitan karena ia tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki Kalurahan Trirenggo yang berjumlah 30 orang. Masing-masing kelompok memang memiliki produk makanan dan minuman, namun untuk bahan dasar daun Kelor hanya Siti sendiri yang memproduksi.
Dia bekerja sama dengan anggota KWT untuk menanam daun pohon kelor di halaman rumah dan pekarangan kemudian disetor kepadanya sehingga anggota kelompok KWT juga bisa mendapat penghasilan tambahan. Selain di kelompok KWT, dia juga mempekerjakan lebih dari lima orang di rumah produksinya.
Meski demikian dalam proses pembuatan sebagian produk masih harus kerjasama dengan pihak ketiga karena belum memiliki alat seperti pembuatan teh agar lebih higienis. “Ke depan saya ingin punya pabrik sendiri dan peralatan sendiri,” ucapnya.
BACA JUGA: Main Judi Togel Online, Warga Sleman Ditangkap Polres Bantul di Angkringan Jalan Janti
Disinggung soal omzet, Siti mengaku lumayan besar. “Per bulan bisa mencapai lebih dari Rp15 juta. Kalau sedang pameran sehari bisa dapat Rp15 juta,” katanya.
Sementara Ketua KWT Ngudi Rejeki, Suharti mengatakan Kelorida Bantul awalnya memang dari KWT Ngudi Rejeki karena pemilik Kelorida Bantul merupakan anggota KWT Ngudi Rejeki. Namun karena memiliki kemampuan dan inovasi serta kreatif mencoba membuat produk sendiri dari turunan daun kelor dan hasilnya lebih maju dari anggota KWT Ngudi Rejeki lainnya.
“Saya akui memang lebih maju karena didukung anggaran dan kreativitas dan jaringan perdagangan yang dimiliki oleh pemilik Kelorida Bantul,” katanya.
Dia mengaku senang ada anggotanya maju bahkan produksi olahan daun kelor direncanakan ekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Simak sinopsis Insidious: Out of the Further, film horor tentang Gemma yang bisa memasuki The Further dan membawa makhluk gaib ke dunia nyata.
Sleman masih kekurangan 83.726 lampu jalan. Anggaran pembangunan APJ direncanakan naik menjadi Rp30,6 miliar pada 2027.
Pegadaian meraih peringkat kedelapan dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 sebagai salah satu BUMN dengan layanan terbaik berkat transformasi digital dan p
MAMA Awards 2026 mengumumkan 12 penampil pertama. ENHYPEN, BABYMONSTER, LE SSERAFIM, dan Nayeon TWICE dijadwalkan tampil di Osaka pada 20–21 November.
Film Empat Musim Pertiwi digarap sejak 2017. Karya Kamila Andini ini mengangkat isu kekerasan seksual dan mewakili Indonesia di Oscar 2027.