UMKM Kota Jogja Harus Naik Kelas Lewat Ruang Promosi
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Eks Hotel Mutiara mulai dibangun Mei ini. (Dok. Istimewa)
Harianjogja.com, JOGJA–Pembangunan fisik eks Hotel Mutiara yang diproyeksikan akan menjadi sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) premium mulai dilakukan oleh Pemda DIY. Bangunan tersebut rencananya akan beroperasi pada akhir tahun 2024.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menyampaikan pembangunan fisik eks Hotel Mutiara sudah berlangsung sejak Mei ini. Pembangunan dengan anggaran Rp23 miliar tersebut menurut Siwi akan dilakukan dengan merehab gedung eks Hotel Mutiara, termasuk melakukan penataan interior gedung tersebut. Renovasi gedung ini diperkirakan selesai tahun depan.
BACA JUGA: Perombakan Eks Hotel Mutiara I Jadi Sentra UMKM Premium Dilakukan April Tahun Depan
“Pastinya tahun ini belum selesai secara total. Kita membangun pertama sesuai dengan perencanaan. Kita siapkan dulu, kita bangun dulu dari sisi sarana prasarana, dalam sisi gedungnya. Di gedung nanti ada interior, itu di tahap berikutnya,” ucapnya, Minggu (21/5/2023).
Siwi memproyeksikan gedung tersebut akan menjadi sentra pelaku UKM berbasis ekonomi kreatif (ekraf). Nantinya sejumlah UKM yang telah lolos kurasi akan dapat mempromosikan ide dan produknya di gedung tersebut.
Menurut Siwi pelaku UKM yang dapat menempati gedung tersebut harus terdaftar dalam SIbakul, kemudian juga harus memiliki manajemen keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan kelembagaan yang baik.
BACA JUGA: DPRD DIY Desak Penggunaan Aset Mangkrak untuk Fasilitasi UMKM
Digadang-gadang sebagai sentra UKM Premium, Siwi menyampaikan gedung tersebut akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang menunjang promosi produk UKM. Di antaranya, ruang display dan kreasi produk UKM, Ada pula ruang publik, ruang edukasi, dan ruang inkubasi bisnis yang mendukung perkembangan UKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
BPBD Kota Jogja membekali sukarelawan KTB dengan mitigasi bencana dan pertolongan pertama untuk menghadapi kondisi darurat di cagar budaya.
Tiga pihak PT Virgo Karya Shipping ditetapkan tersangka dan ditahan terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Siswa SDN Soprayan Sleman dilibatkan dalam pemorsian MBG prasmanan. Sistem ini menjadi sarana edukasi gizi, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab.
Pemkab Bantul menggandeng BSI untuk memperkuat layanan perbankan dan pemberdayaan UMKM. Ada sekitar 100.000 UMKM yang telah terdata.
KPK meminta Nusron Wahid kooperatif setelah absen dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN.