Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi razia /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, BANTUL—Guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Piyungan, khususnya yang melibatkan pelajar, Unit Lalulintas Polsek Piyungan akan merazia pelajar yang belum mempunyai SIM khususnya siswa SMP yang belum cukup umur tetapi nekat membawa sepeda motor.
Kanit Lantas Polsek Piyungan, Iptu Giyarto, menjelaskan saat ini masih banyak ditemukan kalangan pelajar SMP yang belum cukup umur namun sudah menggunakan sepeda motor untuk mobilitas ke sekolah. “Langkah yang akan kami ambil adalah penindakan razia,” ujarnya, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA: Pekerja yang Gajinya di Bawah Rp3,5 Juta Dapat BLT Rp600.000, Ini Kriterianya..
Hal tersebut ia sampaikan dalam kunjungannya ke SMPN 2 Piyungan dan MTSN 7 Piyungan, Senin (29/8/2022). Selain penindakan, Polsek Piyungan juga mengimbau sekolah untuk berkoordinasi dengan orang tua siswa agar tidak membawa motor jika belum cukup umur.
Kanit Binmas Polsek Piyungan, Iptu Moh Widayadi Sanani, menuturkan pihak sekolah diharapkan berkoordinasi dengan orang tua murid dalam pengawasan terhadap putra-putrinya. “Baik saat di dalam atau di luar sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.